Tunggu Sebentar

 

Food & BeveragesDear Food Startup, Ini Cara Majukan Kuliner Indonesia ke Pasar Global

DevaJanuari 21, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/01/dear-food-startup-ini-cara-majukan-kuliner-indonesia-ke-pasar-global_m_-640x447-1.jpg

JawaPos.com – Indonesia dengan populasi 278 juta jiwa dipercaya memiliki pasar kuliner terbesar di kawasan Asia Tenggara. Indonesia juga memiliki lebih dari 500 ribu bumbu dan rempah sebagai pelengkap utama hidangan Indonesia. Kekayaan rasa di Indonesia ini menjadi sebuah potensi yang besar untuk dikembangkan terutama bagi pelaku kuliner ke tingkat global.

Untuk itu Accelerice hadir sebagai food accelerator untuk memberikan sebuah fasilitas bagi seorang pebisnis kuliner tentang menjaga kualitas makanan, packaging, keuangan, dan networking. Accelerice membantu mendorong dan menyatukan ekosistem untuk food startup dengan mengikuti program Food Startup Indonesia Accelerator Program (FSIA). FSIA diadakan beberapa kali dalam setahun dengan jumlah maksimum 30 startup pada setiap sesinya dan berlangsung selama 3,5 bulan.

Selama dua minggu food startup akan mendapatkan pengalaman langsung di fasilitas Accelerice Food Innovation and Knowledge hub. Sisanya dilakukan melalui kursus online yang dibimbing langsung oleh mentor dan expert dalam bidang kuliner. Sebagai persyaratan, food startup yang hendak bergabung dalam FSIA harus sudah menjalankan usahanya setidaknya selama enam bulan dan memiliki produk yang potensial.

Disamping itu juga terdapat fasilitas research and development (R&D), yakni cafe yang dapat digunakan untuk uji coba produk area berkumpul untuk co-working space, event space, hingga reference room untuk foto produk dan referensi kemasan produk.  Tidak hanya itu Accelerice juga menyediakan fasilitas bernama Toko Sebelah vang diperuntukkan bagi para food startup menjual produk-produk mereka.

“Tapi kita open ekosistem dimana bisa bekerja dengan other players yang mungkin bisa dibantu journey of the food startup,” kata Charlotte Kowara, Chief Empowerment Officer Accelerice, ketika ditemui di acara yang sama.

Sementara itu, Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) menyatakan bahwa sektor industri kuliner memberikan kontribusi yang signifikan dengan menyumbangkan 30 persen dari total pendapatan dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Oleh karena itu, sektor industri kuliner memiliki peluang besar untuk investasi dan inovasi.

Source : https://www.jawapos.com/lifestyle/26/03/2019/dear-food-startup-ini-cara-majukan-kuliner-indonesia-ke-pasar-global/