Tunggu Sebentar

 

Food & BeveragesPemerintah Fasilitasi Kelahiran Startup Kuliner

DevaJanuari 21, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/01/kuliner.jpg

Bisnis rintisan (startup) di sektor kuliner kian menjadi daya tarik tersendiri di tengah masyarakat Indonesia. Meski begitu, startup kuliner tidak lantas tanpa hambatan dalam pengembangannya. Mulai dari tahap produksi hingga pemasaran atau pencarian investor agar terus berkembang masih jadi pekerjaan rumah. Pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sebetulnya telah memiliki program pengembangan startup kuliner, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM). Yaitu, melalui program Food Startup Indonesia, yang memunculkan pelaku-pelaku dengan ide kreatif food startup setiap tahunnya.

Namun, bagi Anda yang ingin mendapat bimbingan A-Z hingga tergabung dengan ekosistem yang lebih intens menyoal startup kuliner, salah satunya bisa didapat dari Accelerice, yaitu hub (penghubung) pertama di Indonesia dengan berbagai sarana penunjang berbasis komunitas. Ia termasuk salah satu mitra Bekraf dalam pengembangan startup kuliner.

“Kami membantu pemenang Food Startup Indonesia dari Bekraf, jadi ini adalah kelanjutan dari program itu. Kami ada kolaborasi di mana mereka akan melewati masa 3,5 bulan, dua minggu di Accelerice untuk belajar food safety, design, packaging, dan marketing,” ujar CEO Accelerice Charlotte Kowara dalam pembukaan Accelerice di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Senin (25/3).

Lantas, bagaimana cara ingin bergabung dalam ekosistem itu?

Bagi startup kuliner yang ada di wilayah Jabodetabek, kata Charlotte, bisa langsung mengunjungi lokasi Accelerice di kawasan Kuningan Jakarta Selatan untuk mendapatkan pelayanan one stop hub. Ada program food startup Indonesia Accelerator yang bisa diakses gratis.

Charlotte menerangkan, Accelerice kini mencakup gedung empat lantai yang dilengkapi dengan fasilitas seperti dapur, research and development (R&D), kafe yang bisa digunakan untuk uji coba produk, co-working space, event space, dan reference space.

Di sisi lain, ada pula fasilitas Toko Sebelah. Ia menambahkan, para food startup bisa menjual produk-produk mereka, sebagai one stop facility dari program.

“Kalau misal website booking kitchen rental di bawah Rp 1 juta untuk pemakaian fasilitas. Sewa co-working space Lumayan standart di 1 jutaan. Toko Sebelah gratis, sebagai value advertising yang ikut program,” imbuh dia.

Sementara, kata dia, bagi startup kuliner di luar Jabodetabek bisa mendapatkan fasilitas secara online dengan mengunduh aplikasi Accelerice.

“Sekarang online app mereka bisa taruh bisnis plan product nanti kita assess ada komite yang ngelihat apa yang bisa kita bantu,” ujarnya.

Hingga kini, ia menyebut startup kuliner yang tergabung dalam Accelerice ada sekitar 28 startup yang dibina.

“Tahun ini targetnya 50 startup lebihlah. Kapasitas kita 30 startup di setiap program akselerator yang per tahun ada sekitar 4 kali,” tutupnya.

Source : https://kumparan.com/kumparanbisnis/pemerintah-fasilitasi-kelahiran-startup-kuliner-1553516526814436420