Tunggu Sebentar

 

Gaya Hidup6 Langkah Waspada Menghindari Kebocoran Data Pribadi

ninaFebruari 21, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/02/woman-standing-while-carrying-laptop-1181354.jpg

Kasus bocornya data pribadi akhir-akhir ini semakin marak terjadi. Mulai dari pemalsuan identitas, hingga isi tabungan yang dikuras. Yang baru terjadi adalah dengan cara mengganti SIM Card ponsel untuk meretas rekening keuangan salah satu wartawan senior.

Dari kejadian ini berbagai pihak seharusnya semakin serius berbenah dan waspada. Terlebih kita sebagai pebisnis. Karena yang bisa kita kendalikan adalah diri kita sendiri, maka beberapa hal berikut sebaiknya TIDAK Anda lakukan untuk menghindari kebocoran pemalsuan identitas atau kebocoran data pribadi.

  • Waspada Telemarketing

Telemarketing adalah salah satu layanan yang membantu kita sebagai konsumen. Namun akhir-akhir ini yang terjadi adalah Telemarketing seringkali dijadikan jalan masuk yang efisien untuk menipu korban atau melakukan pencurian data dan identitas. Sebisa mungkin jangan terlalu terlibat percakapan dengan telemarketer yang meragukan.

Meskipun akhir-akhir ini mereka semakin meyakinkan dengan melakukan riset sebelum menelefon korbannya, namun Anda sebaiknya waspada dengan tidak menyebutkan nomor PIN atau kode OTP (One Time Password) yang dikirim ke ponsel Anda.

  • Jangan Terburu-buru

Selalu ada waktu untuk menelefon kembali. Jika Anda tidak yakin dengan Telemarketer yang menghubungi Anda, silahkan tutup telefon lalu recheck kembali ke layanan call center. Banyak kasus penipuan yang berhasil terjadi via Telemarketing adalah karena sang korban sedang lengah atau dalam situasi yang terburu-buru.

Jika Anda terburu-buru, beri jeda. Selalu ada waktu untuk memastikan lewat call center daripada akun Anda diretas.

  • Jangan Bercerita Terlalu Banyak di Sosial Media

Beberapa dari kita tidak sadar bahwa kita terlalu banyak bercerita di sosial media. Mulai dari menyalakan geotagging, hingga menceritakan secara detil bisnis yang kita jalani. Masalahnya ada banyak mata di sosial media. Sehingga jika Anda tidak waspada, hal ini justru akan memancing orang-orang dengan niat buruk untuk mencuri data pribadi Anda.

Menulis blog di Internet juga perlu Anda saring. Tulis hal-hal yang berkaitan dengan hal-hal yang Anda minati, tapi tahan diri untuk menceritakan keluarga atau diri pribadi Anda terlalu banyak.

  • Memajang Gambar yang Seharusnya Rahasia

Gambar-gambar seperti foto KTP, foto buku tabungan, foto Paspor, foto Boarding Pass tiket pesawat, foto Credit Card dan lain-lain. Foto-foto seperti ini memuat berbagai informasi data pribadi Anda yang bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sebisa mungkin, tahan diri Anda untuk memajang foto-foto yang memuat identitas pribadi Anda di media sosial, termasuk juga tidak menyalakan fitur tanggal lahir di berbagai platform sosial media.

  • Memisahkan Nomor Ponsel Bisnis dan Pribadi

Sebagai seorang pebisnis yang harus memberikan nomor pribadi ke banyak orang seperti stakeholder atau klien, Anda bisa mengantisipasi dengan cara memisahkan nomor ponsel bisnis dan ponsel pribadi Anda.

Di ponsel pribadi, Anda bisa menggunakannya untuk email, hingga tabungan digital. Jangan publish nomor ini ke banyak orang. Untuk kegiatan bisnis, gunakan nomor lain yang tidak terkait dengan email dan fitur keuangan lainnya.

  • Foto Pribadi

Menyenangkan memajang berbagai foto di Sosial Media seperti Instagram, misalnya. Namun Anda juga perlu waspada akan detil foto yang Anda publish. Seperti foto anak-anak dengan nama sekolah mereka, atau detil alamat rumah dengan geotagging.

Hindari juga memajang foto yang bersifat pribadi di ponsel. Telah banyak terjadi ketika ponsel dibajak, foto pribadi menyebar. Sebagai pebisnis hal ini tentu sangat Anda hindari, bukan?

Di saat masing-masing otoritas dan lembaga memperkuat sistem keamanan mereka, kita hendaknya juga menjaga diri. Karena tanpa sadar, seringkali kita juga memiliki peran dalam membocorkan data pribadi kita sendiri. Semoga dengan cara di atas kita bisa lebih menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan di kemudian hari.