Tunggu Sebentar

 

KesehatanDeretan Perusahaan di China yang Terpukul Wabah Virus Corona

Andreas Rifto DevaFebruari 18, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/02/IMG_2498.jpg

Akhir-akhir ini dunia digemparkan dengan mewabahnya virus corona di Wuhan, China. Penyebaran virus ini mempengaruhi sektor perekonomian. Sejumlah perusahaan global yang berniaga di China terpukul akibat mewabahnya virus ini.

Virus Corona memaksa sejumlah tempat usaha tutup untuk sementara. Tak terkecuali restoran cepat saji McDonalds yang harus menutup sejumlah gerainya di Wuhan. Perusahaan tekonologi hingga produk kecantikan pun terseret akibat wabah ini.

Penutupan sementara gerai-gerai usaha di China ini belum mendapat kepastian terkait kapan operasional mereka akan kembali normal. Pemerintah China mengimbau kepada masyarakat khususnya di lima kota untuk tidak berpergian sementara.

Hal ini justru malah membuat perekonomian di China menjadi lesu. Produk-produk global pun turut terkena imbasnya.

Berikut rangkuman perusahaan yang terpengaruh wabah Virus Corona. Daftar ini dihimpun dari berbagai sumber.

1. Produk Kecantikan

Virus Corona menimbulkan masalah bagi seluruh bisnis kecantikan. Hal ini mengingat bisnis kecantikan adalah salah satu ketegori bisnis ritel terbesar.

Bisnis ritel mendapat gangguan akibat paparan virus tersebut di mana, China berkontribusi setengah dari pendapatan perusahaan Asia-Pasifik.

2. McDonald’s

Sejumlah restoran cepat saji menutup gerainya yang berlokasi di lima kota di China terkait wabah Virus Corona Kelima kota tersebut, yakni Wuhan, Ezhou, Huanggang, Qianjiang dan Xiantao.

Semua kota ini masuk dalam daerah yang masyarakatnya diimbau oleh Pemerintah China untuk mengurangi perjalanan.

Setidaknya 10 kota di pusat provinsi Hubei menghadapi pembatasan perjalanan, termasuk Wuhan, di mana strain virus corona ini berasal.

Hal ini berdampak pula pada operasional perusahaan waralaba makanan terbedar di dunia, McDonald’s. Sejumlah gerai McD di lima kota tersebut harus menutup opersasionalanya hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

3. Apple

Apple memutuskan untuk menutup sementara seluruh toko resmi dan kantornya di China. Padahal, China merupakan salah satu pasar penting bagi Apple.

Tidak hanya untuk penjualan smartphone, tetapi juga rantai suplai dan manufaktur sejumlah produknya berada di negara tersebut ikut terdampak.

4. Bisnis Pakaian

Burberry, jenama fashion mewah bersama dengan bisnis pakaian kelas atas lainnya, menjadi salah satu bisnis yang menurun pendapatannya akibat Virus Corona yang terus menyebar.

Dilaporkan bila 24 dari 64 toko Burberry di China ditutup sementara karena wabah ini, mendorong CEO Marco Gobbetti mengatakan bahwa Virus Corona ini memiliki dampak negatif material pada permintaan barang mewah.