Tunggu Sebentar

 

Gaya HidupENTREPRENEURSHIP 101: MEMULAI BISNIS

Juan PisenteFebruari 11, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/02/hunters-race-MYbhN8KaaEc-unsplash-1280x853.jpg

Roda era waktu terus berputar dan sekarang kita telah memasuki era yang disebut banyak orang sebagai the golden age of entrepreneurship. Bagaimana tidak? Internet, sosial media dan birokrasi yang semakin mudah memberikan kesempatan baru bagi banyak bisnis-bisnis kecil untuk memperoleh keuntangan yang berlimpah. Dengan satu akun sosial media, kita dapat memulai startup kita sendiri. Namun, masih ada banyak dasar-dasar yang harus dipertimbangkan seorang entrepreneur saat memulai suatu bisnis. Salah satu dasar yang sangat berdampak pada bisnis kita adalah diri kita sendiri, sang entrepreneur. Untuk memulai suatu bisnis, kita harus memancangkan tiang-tiang yang kuat bagi bisnis kita. Mulai darimana kita membangun suatu bisnis?

Salah satu figur bisnis berpengaruh di Indonesia adalah alm. Bapak Ciputra, developer terbesar di Indonesia. Beliau menjelaskan dalam buku otobiografinya, The Entrepreneur bahwa ‘entrepreneur’ bukanlah satu pekerjaan. Melainkan, beliau menjelaskan bahwa entrepreneur adalah satu jiwa yang bisa dimiliki semua orang. Berarti bagaimanakah seseorang dapat memiliki jiwa entrepreneur ini? Di kutip dari otobiografi yang sama, beliau memiliki satu rumus yang menjelaskan arti menjadi seorang berjiwa entrepreneur.

Rumus Ciputra

Integritas + Profesionalisme = Entrepreneurship

Integritas itu sendiri menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah satu mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan. Sementara itu, profesionalisme adalah mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau orang yang profesional. Dengan demikian, beliau berkata bahwa seorang entrepreneur memiliki jiwa yang tak pantang menyerah dan berani mencari cara yang baik untuk menyelesaikan suatu masalah.

Dengan demikian, jiwa entrepreneurship ini dapat memberikan arahan yang baik untuk awal startup bisnis kita. Apakah bisnis kita dibangun dengan nilai-nilai yang baik? Apakah bisnis kita memiliki tujuan yang baik? Ada banyak bisnis yang dibangun dengan prinsip ingin menang sendiri. Ada banyak bisnis pula yang hanya ingin mengaih keuntungan dengan cara yang merugikan pelanggan. Bisnis-bisnis ini dapat terlihat sukses dalam jangka yang waktu pendek. Tetapi, bisnis-bisnis ini tidak akan bertahan lama karena menurut Warren Buffet, reputasi yang baik jauh lebih penting daripada keuntungan sementara.

Oleh sebab itu, mari kita pikirkan baik-baik. Apakah visi perusahaan ini? Apakah misi perusahaan ini? Beberapa patah kata itu akan memberikan kehidupan bagi bisnis kita. Mimpi sang pelopor akan terus ada di dalam seberapa patah kata itu. Dengan visi misi yang kuat, pemimpin maupun karyawan akan mengingat untuk apa kita berbisnis? Apakah hanya untuk sekedar mengisi kantong? Memulai bisnis bukan hanya berbicara tentang mencari produk dan penjualan. Memulai bisnis juga berbicara tentang perubahaan apa yang kita ingin bagikan pada dunia?