Tunggu Sebentar

 

KecantikanPesatnya Bisnis Kecantikan, Banyak Pemodal yang Minat Suntikan Dana

Vera AnggunFebruari 16, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/02/woman-in-white-towel-3212164.jpg

Produk kecantikan menjadi sektor yang cukup populer saat ini. Pertumbuhan produsen produk kecantikan di Indonesia menunjukan peningkatan yang signifikan. Industri kecantikan Indonesia sendiri saat ini bisa mencapai angka US$3 miliar (sekitar Rp42 triliun). Sektor  kategori perawatan kulit tumbuh positif hingga mencapai angka 9% pada tahun 2018, melebihi kategori lain seperti kosmetik. 

Hal itu menjadikan bisnis produk kecantikan dilirik investor. Salah satu startup sektor kecantikan asal Indonesia Sociolla yang khusus menjual produk kecantikan, mendapat pendanaan seri D  senilai 40 juta dolar AS, atau sekitar Rp567,76 miliar.

Selain Sociolla, startup sektor kecantikan yang mendapat pendanaan adalah Base. Base mendapat pendanaan tahap awal dari East Ventures dan Skystar Capital. Namun, sayangnya Base tidak mengumumkan berapa besaran pendanaan tersebut.

Hal tersebut, tentu merupakan angin segar bagi para produsen produk kecantikan di tanah air.Industri produk kecantikan lokal seharusnya bisa bersaing dengan produsen-produsen mancanegara.

Namun, seperti bisnis di sektor lainnya, usaha di bidang kecantikan pun kerap menemukan kendala. 

Seperti yang dikeluhkan Vice President Brand and Product Development kosmetik Poka,Tiara Adikusumah. Tiara mengatakan, masih banyak konsumen yang mengeluh terkait harga produknya yang kemahalan. Ia kerap menemukan konsumen yang membanding-bandingkan harga produknya dengan brand kosmetik luar negeri.

“Dibandingkan dengan lipstik luar negeri, posisi kami berada di tengah-tengah. Dukanya lagi saat Polka belum banyak yang tahu, banyak orang yang membanding-bandingkan dengan brand kosmetik yang baru rilis. Padahal dari segi materialnya berbeda. Tapi kami tidak apa-apa, nanti konsumen yang bisa merasakan sendiri,” jelas Tiara seperti dikutip dari situs Wolipop.

Selain itu, masih banyak yang belum percaya dengan kualitas produk kecantikan lokal. Masyarakat masih menilai bahwa produk kecantikan lokal masih kalah kelas dengan produk brand luar negeri. 

Tentu, ini menjadi tantangan bagi para pengusaha produk kecantikan. Namun, seiring berjalannya waktu, kualitas produk kecantikan asli Indonesia diyakini akan mampu bersaing dengan brand-brand internasional.