Tunggu Sebentar

 

TeknologiProses Penggunaan ICT Sebagai Terapi Pasien Kanker

Andreas Rifto DevaFebruari 15, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/02/person-holding-laboratory-flask-2280571.jpg

Pengidap kanker saat ini terus bertambah setiap tahunnya. Sebab, semakin bertambah umur membuat imunitas tubuh terus berkurang dan menyebabkan tubuh mudah dimasuki beragam jenis penyakit. Menurut Kepala Laboratorium HayandraLab, dr Komang A Wahyuningsih MBiomed (AAM) SpDLP, mengatakan untuk membantu pengobatan atau terapi penyakit kanker, sistem imun atau kekebalan tubuh perlu dijaga dengan baik. Seiring dengan perkembangan teknologi, dalam upaya menjaga kekebalan tubuh, terapi sel pendukung yaitu Immune Cell Therapy  (ICT) telah banyak digunakan untuk membantu pasien kanker dalam melawan penyakitnya. 

Terapi ICT untuk kanker

Selain mengembangkan terapi berbasis SVF, Klinik Hayandra dan HayandraLab  yang ada di Jepang juga mengembangkan terapi ICT atau immune cell therapy untuk penyakit kanker. Terapi ini menggunakan sel T dan sel NK dari tubuh pasien sendiri. Dr. dr. Karina mengatakan, di luar negeri terapi yang dilakukan sangat nyaman, minim efek samping, namun juga sangat menguras biaya. Kerentanan terhadap infeksi pada kanker yang dimaksud disini yaitu adanya Infeksi pada jamur, parasit, virus dan berbagai mikroba. Sedangkan inflamasi yang simaksdu adalah peradangan yang terjadi akibat kerusakan sel di berbagai organ tubuh, penyakit-penyakit yang berhubungan dengan inflamasi diantaranya penyakit jantung, alzheimer, parkinson, osteoartritis, dan juga autoimun.

Tahapan Terapi 

Hal ini dapat berlaku kepada penyakit degeneratif lainnya seperti kanker yang dapat menyebabkan kemampuan kekebalan tubuh berkurang. Akan tetapi, mekanisme dari kinerja sistem kekebalan tubuh ini belum diketahui secara jelas. Menyadari bahwa masih banyaknya hal yang perlu diteliti lebih lanjut untuk menghasilkan terapi yang makin baik, Klinik Hayandra dan HayandraLab rajin membuat riset dengan menggandeng peneliti dan klinisi baik dari dalam maupun luar negeri. Berbagai tahapan yang dapat dilakukan dengan teknologi ICT sebagai berikut Terapi ICT ini dilakukan dengan mengambil darah pasien sebanyak sekitar 60 cc. Lalu darah pasien yang diambil tersebut, diproses sehingga menghasilkan peripheral blood mononuclear cells (PBMC). Pada PBMC tersebut akan dilakukan proses pemilihan sel-sel pertahaan tubuh. Selama sekitar 12-14 hari, akan dilakukan pengaktifan sel-sel pertahanan tubuh tersebut. Maksimal 14 hari setelah pengambilan darah, sel-sel pertahanan tubuh yang sudah aktif akan diinfuskan kembali ke pasien.