Tunggu Sebentar

 

Gaya HidupSebelum Berutang, Perhatikan Dua Hal ini

Andreas Rifto DevaFebruari 27, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/02/IMG_2620.jpg

Meski, berutang kerap dipandang sebagai hal yang negatif. Namun, pada beberapa alasan mengutang bisa menjadi hal yang positif, lho.

Hampir seluruh lembaga keuangan menyediakan fasilitas pinjaman dengan berbagai persyaratan. Anda bisa mengajukan pinjaman dengan beragam jumlah dan bunga sesuai dengan kemampuan debitur.

Namun, apabila berutang untuk tujuan konsumtif, Anda harus mikir seribu kali lagi deh. Tapi, jika alasan berutang untuk keperluan modal atau kebutuhan yang sangat mendesak seperti biaya medis atau pendidikan berutang bisa menjadi opsi.

Selain itu, ada juga tujuan berutang untuk tujuan produktif. Misalnya, berutang untuk modal usaha, membangun rumah, dan membeli kendaraan untuk menjalankan bisnis.

Dengan kata lain, utang produktif adalah pinjaman yang nilainya dapat bertumbuh dari waktu ke waktu. Jenis utang ini bisa membantu Anda untuk berinvestasi.

Sebab, utang produktif bisa menghasilkan pendapatan yang sama atau lebih besar dari biaya cicilan yang dibayarkan per bulannya. Contoh dari utang produktif misalnya, Anda membeli gadget untuk menunjang kebutuhan kerja atau bisnis.

Sedangkan utang konsumtif, nilainya justru akan terus menurun dari waktu ke waktu. Barang yang dibeli dari utang konsumtif tidak mampu menghasilkan uang, sehingga cicilan yang dibayarkan per bulan justru akan menjadi beban. Misalnya Anda membeli smartphone merek terbaru hanya untuk keperluan gaya hidup.

Di samping tujuannya untuk produktif, berutang pun harus memerhatikan lembaga keuangan yang memberikan pinjaman untuk Anda.

Saat ini penyedia pinjaman semakin banyak jenisnya. Mulai dari yang konvensional seperti bank, hingga yang sedang populer seperti pinjaman online.

Anda harus pintar dan teleti dalam memilih yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan. Baik dari segi limit, bunga, hingga kecepatan dalam pemberian pinjaman.

Nah, hal yang perlu diperhatikan lagi adalah kemampuan finansial Anda. Meski, untuk tujuan produktif sekalipun, mengecek kemampuan finansial Anda sebelum memutuskan mengambil pinjaman adalah hal mutlak.

Anda harus pintar menghitung kemampuan finansial Anda. Perhitungan itu bisa dimulai dari berapa penghasilan Anda setelah dipotong oleh kebutuhan sehari-hari. Jangan sampai cicilan utang dan bunganya melebihi separuh dari penghasilan setiap bulannya.

Nah, jadi bagi Anda yang terbesit melakukan pinjaman dana, harus mempunyai alasan produktif. Jangan sampai pinjaman itu menjadi beban dan tidak menghasilkan hal yang produktif.