Tunggu Sebentar

 

Food & BeveragesThe Untold Story Of Tujubakul & Mamamia

Fransisca AngelineFebruari 7, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/02/tujubakul.jpg

Banyak pengusaha mendapatkan ide dari hobi dan minat mereka, disitulah mereka menangkap peluang yang ada. Saat kita membicarakan Entrepreneur erat kaitannya dengan inovasi dan kreativitas. Kreativitas bisa didapat dari kilasan inspirasi seperti yang dialami oleh narasumber kita kali ini yakni salah satu pemilik coffee shop Tujubakul  dan home industry bakery Mamamia, yakni Ibu Mira Sasmita. Tujubakul yakni kafe dengan interior yang minimalis yang menjual local food dan menjadi salah satu tempat nongkrong bagi mahasiswa dan orang-orang kerja di sekitar Alam Sutera..

1) Mengapa memutuskan untuk membuka usaha roti dan kafe?

Tepatnya pada tahun 2014, saya suka untuk membuat roti dan membagikannya ke teman-teman terdekat. Lalu, mendapat respon yang baik dan menyarankan untuk membuka usaha. Saya pun membuat usaha rumahan dan mengembangkannya. Konsumen umumnya dari organisasi bukan perorangan, seperti gereja-gereja dan teman -teman . Suatu hari, saya menyadari anak saya yang kuliah di luar negeri akan segera balik ke Indonesia. Saya pun memutuskan membuka usaha dan keuntungannya bukan hanya kepada orang-orang yang tidak mampu tetapi juga bagi anak saya. Saya pun melihat terdapat

ruko kosong di Alam Sutera, saya membuka kafe yang menjual makanan, minuman, dan roti-roti.

2) Apa Best-Seller dari makanan di tempat ini?

Best-Seller dari bisnis saya adalah kue jadul yang menyerupai kue lapis dengan warna coklat dan putih. Zaman dahulu di Indonesia, banyak kue yang dijual seperti ini .Maka, saya ingin memunculkan kembali dengan inovasi yang berbeda.

3) Mengapa memberi nama Mamamia untuk usaha roti tersebut dan Tujubakul untuk kafe tersebut?

Nama Mamamia diambil dari nama saya sendiri yakni Mia dan anak-anak saya menanggil saya mama. Sehingga, ia pun menggabungkan dua kata tersebut. Lalu, saya pun memikirkan logo dari usaha saya. Suatu hari, saya mendapat ilham dari Tuhan waktu tidur yakni cerita mengenai lima roti dan  dua ikan. Saya pun membaca Alkitab mengenai kisah tersebut yakni Yesus memberi makan lima ribu orang yang kelaparan. Saya pun mendapat pesan dari Tuhan bahwa keuntungan yang didapat juga diberikan kepada orang-orang yang kurang mampu. Pada tahun 2019, akhirnya dapat terealisasi dan menggunakan nama Tujubakul yang terinspirasi dari

Alkitab dimana saat itu dunia kelaparan. Sampai saat ini , usaha Tujubakul dan roti Mamamia masih berjalan.

Selain itu, dari wawancara yang didapat disadari bahwa Tuhan mengetahui apa yang kita butuhkan , masalah yang kita hadapi, dan keadaan apapun. Ia pun bersedia untuk menemani kita sehingga kita pun dapat mengandalkan dia.Maka, hidup adalah untuk mengenal Tuhan lebih lagi yakni Sang Pencipta yang membuat kita akan suatu tujuan. Saat kita bersama dan memiliki hubungan denganNya maka dapat dikatakan kita hidup, bukan hanya hadir.