Tunggu Sebentar

 

Gaya Hidup4 Dampak Buruk Akibat Virus Corona Terhadap Perekonomian Indonesia

adminMaret 10, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/03/4-Dampak-Buruk-Akibat-Virus-Corona-Terhadap-Perekonomian-Indonesia.jpg

Di awal  tahun 2020 dunia dikagetkan dengan serangan virus berbahaya yakni virus Corona. Akibatnya beberapa negara harus sedikit memperlambat roda perekonomiannya untuk melindungi warga dari virus mematikan tersebut.

Tak terkecuali Indonesia, sejak Februari 2020 pemerintah telah memerintahkan untuk menutup sebagian penerbangan dari dan menuju negara-negara terdampak. Karenanya beberapa sektor perekonomian Indonesia lumpuh dan mengalami kerugian yang tak sedikit jumlahnya. Berikut empat dampak buruk akibat virus Corona terhadap perekonomian Indonesia.

  1. Pariwisata

Dampak yang sangat terasa akibat adanya virus Corona ialah pada sektor pariwisata. Jumlah turis China yang biasanya mendominasi kunjungan pariwisata di Tanah Air turun drastis akibat serangan virus Corona. Terlebih China adalah negara dengan jumlah korban meninggal akibat virus Corona terbanyak dibandingkan negara lainnya yakni mencapai 3.070 orang.

Penutupan penerbangan dari dan menuju Indonesia juga ditutup sementara bagi para turis yang berasal dari negara terjangkit virus Corona

  1. UMKM

Sepinya kunjungan turis ke Indonesia juga berakibat pada pendapatan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Misalnya para pedagang oleh-oleh, cinderamata, hingga penginapan dan hotel. Menurut survei yang dilakukan oleh P2E LIPI penurunan penjualan dan pendapatan akibat virus Corona di sektor makanan dan mencapai 27% dan usaha kerajinan mencapai 17,03%.

  1. Penerbangan

Kebijakan Kemenhub untuk melarang penerbangan menuju dan dari negara-negara yang terdampak virus Corona menyebabkan kerugian di sektor penerbangan. Sepinya penerbangan tanpa disadari juga berdampak langsung terhadap perhotelan dan penginapan. Diketahui sejak Januari hingga Maret 2020 okupansi hotel anjlok hingga 40%.

  1. Hilangnya dana asing

Bank Indonesia mencatat dana atau modal asing yang masuk ke Indonesia melalui SBN hingga 23 Januari 2020 mencapai Rp 3,8 triliun namun akibat adanya virus Corona dan masalah geopolitik global, banyak dana asing yang keluar bahkan hingga mencapai Rp 980 miliar sehingga terjadi penurunan harga saham.