Tunggu Sebentar

 

Gaya Hidup4 Laporan Wajib yang dipahami Sebelum Memutuskan Usaha

Andreas Rifto DevaMaret 16, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/03/black-calculator-near-ballpoint-pen-on-white-printed-paper-53621-1280x754.jpg

Jika berbicara mengenai bisnis ataupun usaha, maka kita tidak bisa lepas dari produk, strategi usaha dan juga laporan keuangan. Ternyata masih banyak para pengusaha ataupun orang yang baru saja bergabung ke dunia bisnis, dan masih bingung dengan laporan keuangan.

Walaupun nantinya bukan anda yang mengerjakan, namun ahli di bidangnya. Tetapi jika tidak memahami apa saja laporan keuangan yang ada pada perusahaan. Maka akan berbahaya bagi bisnis anda ketika mendirikan usaha.

Dalam artikel berikut ini akan kita bahas mengenai jenis laporan keuangan yang harus anda pahami, sebelum memutuskan untuk masuk ke dunia bisnis.

  • Laporan Ekuitas

Laporan perubahan ekuitas laporan ini nantinya akan menunjukkan, adanya perubahan ekuitas pada periode tertentu mulai dari 1 bulan 2 bulan hingga 1 tahun. Dengan adanya laporan ini pembaca nantinya dapat mengetahui beberapa informasi mengenai mengenai perubahan ekuitas selama periode.

Laporan ini berisikan beberapa komponen di antaranya adalah :

  • Pendapatan dan juga beban yang diakui langsung dalam ekuitas
  • Laba dan rugi entitas untuk satu periode sama
  • Dalam laporan keuangan, Setiap komponen ekuitas, pengaruh perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan
  • Komponen ekuitas, suatu rekonsiliasi antara jumlah tercatat awal dan akhir periode, diungkapkan secara terpisah perubahan yang berasal dari:
  • Pendapatan dan beban
  • Jumlah dividen, investasi, distribusi dan sejenisnya
  • Laba dan juga rugi
  • Dasar Laporan Keuangan

Laporan keuangan kedua yang harus dipahami oleh seorang pembisnis adalah catatan dasar laporan keuangan perusahaan .biasanya laporan ini memuat beberapa informasi utama, mulai dari dasar penyusunan laporan keuangan dan juga kebijakan akuntansi.

Adanya informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan yang lain, dan informasi yang disajikan dalam sak ETAP, tetapi tidak disajikan dalam laporan keuangan.

  • Laporan Laba Rugi

Selanjutnya laporan laba rugi merupakan ikhtisar dengan pendapatan ataupun beban suatu perusahaan untuk periode tertentu. Hal ini menjelaskan bahwa laporan tersebut memberikan informasi bisa diperoleh untuk rugi dan laba atau untung.

  • Ada beberapa pos laporan laba rugi, yang dapat mencakup pos-pos sebagai berikut:
  • Pendapatan seperti laba dan rugi
  • Beban keuangan usaha dan perusahaan
  • Bagian laba atau rugi dari investasi yang menggunakan metode ekuitas
  • Biaya beban pajak
  • Laba atau rugi bersih

Berdasarkan aturannya, PSAK untuk laporan laba dan rugi tidak diperkenankan adanya penyajian ataupun pengungakapan mengenai “pos luar biasa” berdasarkan aturannya laba harus sama dengan pendapatan dikurangi oleh biaya ataupun beban.

Perusahaan nantinya dapat memberikan keseluruhan pendapatan dan beban yang terjadi dari awal tahun hingga akhir tahun berjalan, namun dengan perhitungan yang jelas.

  • Laporan Neraca

Laporan terakhir menjadi laporan yang paling penting dalam sebuah usaha. Laporan keuangan atau Neraca menjadi hal wajib dalam setiap sistem akutansi baik usaha besar ataupun kecil. Jumlah kekayaan perusahaan sebenarnya berbeda-beda, kemampuan perusahaan untuk bisa membayar kewajiban serta adanya kemampuan perusahaan agar bisa memperoleh tambahan pinjaman yang ada di pihak luar.

Apabila dilihat, asset yang dimiliki oleh perusahaan adalah asset sama dengan hutang dan juga modal. Neraca memiliki komponen wajib, diantaranya adalah :

  • Kas dan setara kas
  • Piutang usaha dan piutang lainnya
  • Persediaan
  • Properti investasi
  • Aset tetap
  • Aset tak berwujud
  • Utang usaha dan utang lainnya
  • Aset dan kewajiban pajak
  • Kewajiban diestimasi (provisi)
  • Ekuitas