Tunggu Sebentar

 

Gaya Hidup5 Ciri Anda mengalami Burnout dan Cara Mengatasinya

DevaMaret 10, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/03/bitcoins-and-u-s-dollar-bills-730547.jpg

Pada bulan Mei 2019 lalu, WHO (World Health Organization) mengumumkan revisi ke 11 tentang International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems atau ICD-11, termasuk di dalamnya adalah pembahasan dan penjelasan lebih detil mengenai burnout.

Di dalam ICD-11 burnout yang sebelumnya didefinisikan sebagai “Keadaan kelelahan vital” kemudian diklasifikasikan sebagai “Stress kronis karena pekerjaan yang tidak teratasi”. Sesuai penjelasan tersebut, burnout dapat diartikan sebagai stress yang diakibatkan oleh pekerjaan yang berlebihan. Berikut adalah beberapa gejala yang menunjukkan bahwa Anda tengah mengalami burnout.

  1. Semangat kerja Anda hilang entah kemana

Sesekali kehilangan semangat kerja itu biasa. Terlebih jika Anda sedang mengerjakan hal-hal yang baru dan sulit bagi Anda. Namun waspadalah jika semangat ini kemudian hilang dalam waktu yang cukup lama. Itu tandanya Anda mungkin mengalami burnout.

  1. Anda berhenti mengusahakan yang terbaik

Anda dikenal sebagai seorang yang sungguh-sungguh mengusahakan yang terbaik bagi segala sesuatu terkait pekerjaan Anda. Namun akhir-akhir ini, tidak lagi. Anda bahkan tidak perduli apakah suatu project akan berakhir dengan mengesankan ataukah tidak. Yang hanya Anda inginkan adalah pekerjaan tersebut selesai karena Anda sudah merasa terlalu lelah.

  1. Performa menurun

Seiring dengan menukiknya semangat kerja Anda, maka kinerja dan performa Anda pun menurun dengan drastis. Anda sendiri bingung mengapa hal-hal yang dahulu menyenangkan untuk dilakukan di dalam pekerjaan Anda, menjadi hal yang sangat menjemukan untuk dilakukan.

  1. Anda hanya merasakan lelah

Pergi keluar makan dengan kolega yang Anda rasakan hanya lelah, lelah, lelah. Weekends dua hari seperti sekejap mata, namun satu hari di kantor seperti selamanya. Yang Anda rindukan adalah pulang ke rumah. Dan Anda sulit untuk bangun di pagi hari untuk bekerja.

  1. Sering sakit

Di dalam tubuh yang sehat ada kondisi psikologis yang sehat pula. Sebaiknya jika Anda tercederai secara psikis, maka tubuh akan merespon dengan buruk lalu Anda akan sering jatuh sakit.

Bagaimana Mengatasinya?

Nah apakah anda tengah mengalaminya? Lalu bagaimana cara mengatasinya? Lain orang lain cara untuk menanggulanginya. Ada yang berusaha meredakan burnout dengan melakukan hobi, menyendiri, atau berkumpul dengan pasangan dan keluarga.

Namun secara praktis, hal-hal berikut mungkin bisa Anda lakukan untuk mengurangi burnout Anda.

  1. Time balancing

Mungkin Anda selama ini menghabiskan waktu terlalu banyak untuk bekerja. Maka sadarilah bahwa ada waktu untuk bekerja, dan ada waktu untuk terlepas dari itu. Selesaikan pekerjaan Anda dengan efisien, lalu pulanglah tepat waktu.

  1. Kurangi ekspektasi

Orang-orang yang memiliki ambisi tinggi seringkali memiliki ekspektasi lebih akan dirinya sendiri. Apakah Anda seorang high achiever sehingga Anda menjadi tertekan? Cobalah untuk rileks dan kendurkan target Anda sedikit. Maafkan diri jika Anda tidak melakukan hal-hal dengan sempurna.

  1. Ambil cuti

Meskipun cuti dikatakan sebagai “hanya obat sementara” dari burnout, namun tidak ada salahnya jika Anda melakukannya. Pergilah ke tempat-tempat yang belum Anda kunjungi agar Anda mendapatkan insight dan energi baru.

  1. Tidak terlibat politik kantor

Politik kantor memang melelahkan. Apalagi jika lingkungan kantor Anda sedemikian toxic sehingga harus menjatuhkan satu sama lain. Mari fokuskan pada hal yang utama : tugas-tugas di pekerjaan Anda. Jangan libatkan diri kedalam politik kantor yang tidak ada faedahnya.

  1. Cari kegiatan yang menyenangkan

Kebahagiaan bisa kita dapatkan dengan cara memberi hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain. Bergabunglah dengan komunitas. Menulislah. Jadilah volunteer. Ajarkan orang lain hal-hal yang Anda ketahui secara gratis. Temukan kegiatan yang menginspirasi Anda, lalu lakukan di waktu luang Anda.