Tunggu Sebentar

 

Gaya Hidup5 Kesalahan yang bisa menciderai Cashflow Bisnis UMKM Anda

Andreas Rifto DevaMaret 10, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/03/person-writing-on-notebook-669615-1280x848.jpg

Jika Anda seorang business owner UMKM, Anda tentu disibukkan oleh banyak hal mulai dari produksi, pemasaran, pelayanan hingga pengiriman barang. Terlepas dari hal-hal yang dapat Anda delegasikan kepada karyawan, ada satu hal yang sebaiknya tidak Anda delegasikan dan memerlukan perhatian penuh yaitu masalah cashflow atau keuangan bisnis Anda.

Cashflow menjadi crucial bagi sebuah bisnis khususnya UMKM karena jika salah kelola, maka bisnis akan gulung tikar. Meskipun sebagai business owner Anda merasa positif bisa bersaing karena memiliki produk andalan, strategi marketing yang tepat dan penjualan yang meningkat, namun nyatanya sebanyak 80% bisnis mulai dari skala besar hingga kecil bisa terpuruk karena pengelolaan keuangan yang buruk. Lalu kesalahan-kesalahan apa saja yang rentan dilakukan oleh pelaku usaha UMKM? kami merangkumnya untuk Anda sebagai berikut.

  1. Memaksakan pertumbuhan usaha

Katakanlah Anda memiliki bisnis yang bagus di instagram, dengan follower puluhan ribu, Anda bisa menjual produk dengan mudah. Omset meningkat, lalu profit melesat. Anda bersemangat sehingga ingin membawa bisnis online Anda ke bisnis offline.

Anda menyewa tempat, lalu menambah karyawan. Anda menambah lini produk lalu menyewa artis papan atas untuk melakukan endorse terhadap produk Anda. Dibalik keinginan untuk memperbesar usaha, ternyata besar pula dana yang diperlukan. Sehingga jangan heran jika ada bisnis UMKM yang memiliki profit besar namun bertekad untuk tetap kecil karena mereka tahu bahwa dengan skala bisnis yang lebih besar dibutuhkan dana yang juga besar.

Hal serupa juga dialami oleh Sophia Amoruso. Nasty Gal memperoleh kejayaannya ketika masih berupa toko di Ebay. Namun setelah menjadi usaha brick and mortar, Sophia malah harus menelan pil pahit kebangkrutan. Lalu kapan usaha boleh menjadi besar? Lakukan riset secara menyeluruh sebelum melakukannya. PAstikan Anda siap secara infrastruktur, produk, hingga keuangan sehingga tidak menciderai usaha Anda.

  1. Salah menghitung profit

Misalkan Anda memiliki bisnis penjualan ponsel di sebuah marketplace. Satu unit ponsel memiliki modal Rp.600.000 dan Anda bisa menjual dengan harga Rp.1.000.000. Anda berfikir bahwa Anda mendapatkan margin keuntungan sebesar 40%. Namun Anda lupa memperhitungkan hal-hal seperti komisi marketplace, biaya transaksi, biaya pengiriman, biaya gudang, biaya customer service, biaya transportasi dan biaya-biaya lainnya. Di akhir bulan, Anda bukannya mendapatkan keuntungan, malah menderita kerugian. Dan ini hanya terjadi karena Anda salah dalam menghitung margin profit.

  1. Tidak disiplin membayar invoice

Dalam berbisnis, Anda  akan menemukan banyak invoice yang harus Anda bayar secara berkala. Seperti biaya vendor, biaya sewa tempat, jika Anda membuka toko online Anda harus membayar biaya hosting untuk website, dan membayar komisi marketplace jika ada. Ada banyak tagihan yang menyertai berjalannya usaha, dan jika Anda tidak membayar invoice tersebut tepat waktu maka ini akan menciderai keuangan bisnis Anda.

  1. Lalai menjaga iDeb

Reputasi Informasi Debitur penting bagi seorang pebisnis. Anda tidak tahu kapan bisnis Anda membutuhkan suntikan dana. Jika dalam keadaan mendesak Anda mengajukan kredit di bank lalu bank menolak karena iDeb Anda berada di angka yang tidak baik, maka hal ini akan membuat bisnis Anda tersendat. Periksalah iDeb secara berkala dan pastikan Anda membayar tagihan kredit di bank secara tepat waktu.

  1. Lalai mencatat biaya-biaya lainnya

Biaya terkadang sifatnya seperti air. Ia cepat menguap dan jika lengah kita tidak tahu peruntukkannya untuk apa. Karena itulah Anda memerlukan pembukuan yang baik untuk mencatat arus cashflow Anda dengan seksama. Jangan menunda untuk mencatat semua aliran uang keluar masuk. Karena hanya dengan cashflow yang tertata dengan baik dan sehat, bisnis Anda akan maju dan berkembang.