Tunggu Sebentar

 

Gaya Hidup9 Karakteristik Pebisnis Handal. Apakah Anda Memilikinya?

Andreas Rifto DevaMaret 10, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/03/man-in-black-holding-phone-618613-1280x886.jpg

Tidak semua orang bisa piawai menjadi pengusaha. Meskipun keseharian kita diwarnai banyak cerita tentang kesuksesan seseorang dalam menjalankan usahanya, namun bukan tidak mungkin bahwa cerita-cerita tersebut bak fenomena gunung es : mereka yang gagal sebenarnya jauh lebih banyak daripada mereka yang berhasil.

Menjadi pebisnis yang handal memang bukan perjalanan sehari dua. Perlu proses, waktu, hingga karakteristik tertentu. Nah jika Anda tertarik menjadi seorang pebisnis, apakah Anda memiliki karakteristik-karakteristik berikut?

1.Inisiatif tinggi

Seorang pebisnis handal memiliki inisiatif yang tinggi meskipun tetap berhati-hati. Mereka bahkan terus menerus memikirkan berbagai ide dan solusi untuk masalah-masalah yang ada di sekitar mereka. Memiliki inisiatif sangat diperlukan bagi pengusaha, karena ketika berbisnis, mereka akan dihadapkan dengan banyak orang, permasalahn dan pasar yang terus berubah.

Seorang pebisnis yang handal akan mampu beradaptasi dengan baik karena mereka memiliki inisiatif yang tinggi ketika mereka melihat perubahan yang akan terjadi.

2.Inovatif

Cara-cara lama mungkin tidak sesuai dengan mereka. Karena itu, mereka akan terus mencari solusi terhadap permasalahan dan tantangan yang mereka hadapi dalam berbisnis. Mereka juga menerapkan cara-cara baru untuk mengatasi masalah yang mereka hadapi. Dan seringkali, mereka berhasil.

3.Percaya dengan diri mereka sendiri

Mereka percaya dengan berbagai keputusan yang mereka lakukan. Jika mereka menemui kegagalan, mereka akan menghadapinya dengan rasa penuh tanggung jawab. Keberhasilan dan resiko merupakan hal yang biasa bagi mereka. Karena menurut mereka, seorang tidak akan benar-benar mengetahui hasilnya sebelum mencoba.

4.Tertarik pada banyak hal

Pebisnis handal tidak hanya tertarik pada satu, dua atau tiga hal saja. Banyak hal menarik minat mereka. Mulai dari marketing, keuangan, olah produk, investasi, dan lain sebagainya. Seorang pebisnis handal pada umumnya juga memiliki pengetahuan yang luas dan memiliki pemahaman akan banyak hal. Ini terkait dengan pengambilan keputusan serta proses menjalankan bisnis yang berkesinambungan.

5.Suka belajar

Pebisnis yang handal tidak akan bersikap seperti orang bodoh yang sok pintar. Mereka bahkan, sering bersikap sebagai ‘gelas kosong’ agar bisa belajar banyak hal. Mereka memiliki karakteristik sebagai seorang pembelajar. Karena dari sinilah mereka bisa mendapatkan inspirasi, inovasi, hingga energi untuk menjalankan bisnis mereka dengan sukses.

6.Sedikit naif

Banyak contoh yang menunjukkan bahwa pebisnis yang handal adalah mereka yang dulunya dianggap naif sebelum mereka berhasil. Ketika Mark Zuckerberg menciptakan Facebook, ia sempat mendapatkan cemooh untuk apa pentingnya menciptakan aplikasi yang hanya berisi postingan kegiatan sehari-hari. Namun saat ini, Facebook malah dikenal dan digemari di seluruh dunia.

7.Menciptakan peraturan sendiri

Salah satu hal yang membuat seorang pebisnis berbeda dengan karyawan adalah karena mereka suka menciptakan peraturan sendiri. Biasanya, peraturan yang mereka ciptakan merupakan pembaruan dari peraturan-peraturan lama yang mereka rasakan tidak efektif. Mereka juga suka memutuskan sesuatu dengan efisien dan tidak suka proses yang bertele-tele.

8.Visioner

Hidup di jaman yang dengan cepat berubah seperti sekarang ini, memerlukan kemampuan visioner dari pebisnis yang handal. Dengan memiliki refleksi akan pandangan ke depan, mereka bisa menentukan arah dan tujuan bisnis untuk dijalankan. Sikap Visioner ini pula yang mendorong mereka untuk menyesuaikan produk, layanan, agar usaha mereka tetap bisa berkembang.

  1. Menyukai Keseimbangan Hidup

Pebisnis handal menyukai keseimbangan hidup. Alih-alih terus menerus bekerja hingga burnout, mereka senang mengatur waktu mereka sendiri untuk hobi, keluarga hingga belajar hal-hal baru. Banyak dari mereka juga aktif dalam berbagai komunitas dan badan amal. Bahkan beberapa pebisnis mengatakan bahwa mereka termotivasi menjadi pengusaha agar bisa memiliki waktu yang fleksibel untuk melakukan hal-hal yang mereka sukai.