Tunggu Sebentar

 

Gaya HidupHiburanBisnis Tanaman Hias Kreatif Ala Plantshopedia

Darmarita PerdanaMaret 30, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/03/354e0c36-7f04-4c92-b3ff-d339e3db20d9.jpg

Setiap orang memiliki hobi dan juga kegemaran masing-masing yang tentunya jika dikembangkan bisa menjadi salah satu cara untuk memulai suatu usaha. Hal tersebut yang dilakukan oleh tigas wanita cantik asal Balikpapan Andi Fastra Handono, Adani Setiorini dan Reny. Ketertarikan terhadap home dekor dan tanaman hias, membuat mereka dapat membaca peluang pasar mengenai produk-produk kreatif sebagai pemanis ruangan.

Berawal dari kegemaran mereka terhadap tanaman hias dan suami masing-masing pencinta seni, Adani mencoba untuk menggabungkan kedua elemen tersebut. “Awal mulanya suami saya mengikuti teknik hydroplant dengan tanaman mint yang dikembangkan oleh suami teman. Saya dan suami mendapatkan ide dengan mengubah tanaman hydroplant menjadi kaktus namun ikan yang digunakan sama seperti yang dijual oleh suami teman. Ternyata setelah 1 bulan kaktusnya masih hidup. Dari situlah ide ini muncul, kami pikir ini akan menjadi produk yang menarik jika digarap dengan serius” tutur Adani dalam salah satu sesi wawancara. Plantshopedia akhirnya hadir sebagai usaha tanaman hias yang menarik untuk berbagai kalangan. Sejak dibuka Desember 2019 yang lalu, usaha ini terus berkembang dan mulai dikenal banyak masyarakat baik di dalam kota maupun luar kota Balikpapan.

Pot Bunga yang Unik menjadi Ciri Khas Plantshopedia  

Setelah mendapatkan ide yang menarik untuk dijadikan sebuah produk, kedua wanita tersebut mulai untuk melakukan riset pasar mengenai apa yang membuat usaha mereka berbeda. Dengan banyaknya pesaing tanaman hias di Balikpapan, membuat mereka berfikir untuk mencetuskan ide hanya menjual pot bunga saja karena setiap pedagang memiliki tipe pot yang relatif sama. Oleh sebab itu, Plantshopedia mendatangkan berbagai macam jenis pot mulai dari pot gerabah, pot lukis, pot batu apung, bahkan pot concrete yang cetakannya banyak dijual di beberapa online shop. “Kami berfikir bahwa konsumen boleh saja membeli tanaman hias dari mana saja, tapi untuk urusan pot kami menjadai pilihan pertama. Tapi setelah kami tata semua di toko ternyata ada yang kurang” ujar Adani.

Namun dengan modal yang minim, mereka mencoba mencari cara dengan menawarkan kerjasama terhadap pedagang tanaman hias di Balikpapan. Setelah mendapatkan kesepakatan, akhirnya mereka menjadi reseller dari 8 pedangang tanaman hias. Berbagai tanaman hias mereka jual mulai dari kaktus, sekulen, monster, tilandsia, dan lain sebagainya beserta pot dan perlengkapan tanaman lainnya.

Lokasi Toko Strategis di Kawasan Perumahan Elite

Berdasarkan riset yang dilakukan, mereka mendapatkan fakta bahwa masyarakat Kota Balikpapan cenderung lebih suka berbelanja secara offline. Mekipun Plantshopedia aktif dalam social media, usaha tanaman hias yang satu ini ingin menghadirkan sebuah distro tanaman yang setiap orang dapat berkunjung langsung. Oleh sebab itu, Adani dan teman lainnya meyulap garasi rumah menjadi toko tanaman hias yang minimalis dengan desain kekinian.

Berada di sebuah salah satu perumahan elite, membuat mereka dipercaya oleh pedangang tanaman hias dapat menjual tanaman mereka kepada konsumen. Hasilnya banyak warga di sekitar perumahan tersebut yang tertarik untuk membeli sehingga segmen pasar dari Plantshopedia adalah menengah dan menengah keatas. Konsumen mereka rata-rata adalah pegawai kantor pajak, pegawai negeri, pegawai bumn, dan lain sebagainya. Tentu saja dengan segmen pasar tersebut, mereka mendapatkan omset perbulan mencapai 15 juta. Lokasi yang strategis merupakan salah satu kunci dari kemajuan suatu usaha. Karena jika toko tersebut tidak sesuai dengan segmen pasar yang ditentukan, maka sudah jelas banyak orang yang tidak akan melirik toko tersebut.