Tunggu Sebentar

 

Gaya HidupEdtech, Diprediksi sebagai Calon Unicorn Berikutnya di RI

Andreas Rifto DevaMaret 11, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/03/Edtech-gambar.jpg

Startup di bidang pendidikan (edtech) disebut-sebut berpeluang besar menjadi unicorn keenam Indonesia. Padahal, tiga perusahaan rintisan menyebutkan bahwa pasar pendidikan di Tanah Air cukup menantang. Tantangan utamanya yakni minimnya akses, sarana dan prasarana pendidikan di daerah. Di sisi lain, Quipper, Bahaso, dan Zenius mengakui bahwa pasar sektor ini di Indonesia sangat potensial.

Businnes Development Manager Quipper Indonesia, Ruth Ayu Hapsari mengatakan, perusahaan mulai menyasar pengguna di kota-kota kecil luar Jawa tahun ini. Karena sebelumnya belum banyak yang mengetahui konten-konten yang diberikan startup pendidikan. Meski sudah ada, namun startup pendidikan masih butuh pengenalan.

Permasalahan lain adalah akses jalan dan infrastruktur pendidikan di beberapa wilayah yang belum memadai. Salah satunya terkait dengan jaringan internet. Hal itu membuat layanan Bahaso belum bisa diakses di beberapa daerah. Bahaso sendiri menyediakan aplikasi video chat untuk mempelajari bahasa. Ada dua layanan bahasa yang disediakan, yaitu Inggris dan Mandarin. Perusahaan rintisan ini juga sudah bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI).

Public Relations Manager Zenius, Jaelussyahadat Jalalain mengatakan, permasalahan lain di dunia pendidikan Indonesia yaitu minimnya jumlah guru, terutama di wilayah terpencil. Namun, hal itu juga bisa menjadi peluang bagi startup pendidikan. Perusahaan rintisan dapat menyediakan layanan berbasis teknologi untuk mengimbangi minimnya jumlah guru.

Salah satu upaya Zenius menjangkau wilayah pelosok dengan memberi layanan Zenius Box. Layanan itu berupa kotak yang disimpan di kelas, yang memungkinkan siswa dan guru mengakses video pembelajaran dari Zenius tanpa akses internet.  Startup itu telah menyediakan lebih dari 80 ribu video terkait materi pelajaran. Selain itu, tersedia paket latihan soal dan pembahasannya.

Selain ketiga perusahaan rintisan tersebut, terdapat pula perusahaan Ruangguru. CEO Ruangguru, Belva Devara mengatakan, perusahaannya berfokus pada pemasaran supaya layanannya lebih dikenal masyarakat. Bahkan hingga pertengahan tahun lalu, layanannya tersedia di 32 provinsi di Tanah Air. Bahkan Ruangguru disebut-sebut sebagai calon kuat unicorn Indonesia berikutnya.

Selain karena pasar yang masih luas, edtech menjadi incaran penanam modal karena pemerintah menggelontorkan dana yang cukup besar untuk pendidikan.  Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) periode 2014-2019 Rudiantara juga memperkirakan, startup pendidikan menjadi unicorn berikutnya. Salah satu yang berpeluang memiliki valuasi lebih dari US$ 1 miliar yaitu Ruangguru.