Tunggu Sebentar

 

TeknologiGrab Gandeng BRI, Dukung Startup Kuliner & Logistik Indonesia

HowardMaret 12, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/03/Grab-Gandeng-BRI.jpg

Grab bekerja sama dengan BRI Ventures menggelar program pendanaan startup, Grab Venture Velocity (GVV) angkatan III. Kerjasama ini tentu diharapkankan dapat menghasilkan inisiatif bersama dalam melakukan peningkatan komunitas startup Indonesia. Keduanya akan menyatukan ekosistem yang nantinya akan menciptakan peluang pertumbuhan yang unik bagi startup Indonesia.

Kedua perusahaan ini menyediakan dana investasi US$ 10 juta atau sekitar Rp 141 miliar. Nilai tersebut dibagi dua, setengah dari BRI Ventures dan sisanya Grab. Perusahaan modal ventura milik BRI itu menilai, sektor ritel baru (new retail) online to offline (O2O) terkait kuliner dan logistik berpeluang tumbuh tinggi tahun ini. Sektor logistik dinilai potensial seiring pertumbuhan e-commerce.

Perusahaan rintisan di sektor kuliner dinilai tumbuh cepat dewasa ini. Fenomena Fore dan Kopi Kenangan bisa menjadi salah satu contohnya. Keduanya tengah mengalami percepatan yang signifikan. Daya beli masyarakat sangat tinggi, dan sector tersebut bisa diberdayakan melalui teknologi. Teknologi dinilai bisa meningkatkan efektivitas operasional startup sektor kuliner.

Efektivitas itu bisa dilihat dari sisi manajemen tenaga kerja (workforce management), optimisasi operasi, pengenalan merek sampai perencanaan keuangan. Karena itu, GVV kali ini berfokus menyasar startup di kedua sektor tersebut. Tidak hanya pendanaan, startup hasil akselerasi GVV akan mendapat fasilitas lain seperti ruang kerja bersama (co-working space), bimbingan (mentorship), server, logistik, dapur berbasis komputasi awan (cloud kitchen) dan infrastruktur pendukung lainnya.

Director Grab Indonesia Neneng Goenadi sebelumnya mengatakan, kedua sektor itu sangat potensial. Dilihat dari banyaknya pengusaha warung makanan dan sedang trennya restoran mebantu ekonomi digital. Selain itu, sektor logistik menjadi sangat penting di ndonesia. Selain itu, bagi pemerintah dengan mendukung UKM melalui berbagai pelatihan dan program adalah bentuk upaya persiapan sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi di tanah air.

Grab sendiri sudah dua kali menggelar  GVV dan menggelontorkan investasi Rp 3 triliun atau US$ 250 juta sejak 2018. TaniHub dan Qoala menjadi contoh alumni GVV 2018 yang meraih kesuksesan besar. Program GVV sendiri sebelumnya berhasil memberdayakan 117 ribu pengusaha mikro selama dua tahun. Startup yang lolos berpeluang mengikuti proyek (pilot project) layanan di platform Grab.