Tunggu Sebentar

 

Food & BeveragesMempelajari 5 Pilar Milktime dalam Mengembangkan Usaha

Darmarita PerdanaMaret 29, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/03/035f675f-58a2-4979-a3c6-2a80b49fd7e9.jpg

Setiap bisnis tentunya memiliki strategi masing-masing untuk berkembang karena tanpa tujuan yang jelas maka usaha yang dijalankan akan sia-sia. Salah satunya Milktime, bisnis minuman kekinian take away yang telah digeluti oleh Achmad Hidayat sejak November 2019 yang lalu. Tentunya konsep yang dijalankan tersebut membuat bisnis ini dapat berbeda dengan bisnis minuman yang lainnya. Mari simak bersama 5 pilar yang dijalankan Dayat untuk mengembangkan bisnisnya.

1. Responsibility & Integrity

Pilar pertama adalah tanggung jawab dan juga integritas dari masing-masing anggota tim terhadap pekerjaan masing-masing. “Suatu contoh report stock, kami juga engga pernah minta atau wajib-in tapi karena memang budayanya down to top jadi mereka memiliki inisiatif sendiri. Sehingga waktu itu saya sempat tinggal ke Banjar seminggu tapi bisnis ini sudah bisa jalan sendiri. Ya, kami sekarang sudah mulai kea rah auto pilot” ujar Dayat saat sesi wawancara.

2. Move Fast Break Problems

Dalam menjalankan usaha setiap hari, tentunya Milktime menemui beberapa permasalahan sehingga perlu tindakan yang cepat. Menggunakan sistem agile yang lebih efisien dalam menyelesaikan masalah dibandingkan waterfall, membuat setiap tim memiliki kesempatan untuk bertanggung jawab terhadap pekerjaan masing-masing-masing.

3. Innovation and Solution

Semua bisnis tentunya harus memiliki sesuatu yang berbeda sehingga usaha terus berkembang dan tetap berjalan dengan lancar. Hal ini yang digunakan oleh Milk Time dalam membangun bisnis minuman kekinian ini. “Dibandingkan dengan minuman kopi lain, kami mengangkat konsep Take Away Milk-Based Drink. Karena lebih unik dan bisa meminimalisir pengeluaran tambahan. Sehingga kami bisa fokuskan biaya di kualitas produk” ujar Dayat. Tentunya keuntungan dari bisnis minuman kekinian dengan cara take away ini dapat memangkas biaya Capitak Expenditure dan Operational Expenditure.

Selain itu, untuk menghadirkan menu baru dalam pilihan produknya, Milktime mengalokasikan sekitar 20% dari profit untuk melakukan riset dan product development. Setelah mencoba beberapa minuman competitor dan setelah menghasilkan resep yang cocok barulah Milktime melakukan uji coba dengan memberikan tester kepada 10 orang. Jika penilain tester mereka mendapatkan nett promoting score 8++, barulah produk tersebut dihadirkan pada daftar menu untuk dijual kepada konsumen. Adapun langkah yang mereka lakukan dalam menghadirkan varian baru adalah melakukan riset, penilaian internal, jika gagal kembali ke awal namun jika berhasil varian baru lalu memberikan tester. Saat tester gagal maka akan kembali melakukan riset naum jika tester berhasil barulah varian baru dipasarkan.

4. People First

Sejak awal, tujuan Dayat membangun Milk Time memang ingin menjalankan bisnis bukan hanya tentang produk yang dijual, namun bagaimana orang yang terlibat dalam bisnis tersebut. Baik tim yang bekerja sama dengannya dan juga hubungan dengan konsumen. Keyakinannya mengenai hal ini membuat selalu mantap untuk melangkah maju. Meskipun beberapa kendala pernah dilalui, seperti untuk menjaga kualitas produk Milk Time harus membuang bahan baku hampir setiap hari pada saat uji coba produk agar product market fit. Tidak hanya tentang konsumen, Milk Time juga memberikan keuntungan bagi tim operasional dengan cara sistem bagi hasil yang disepakati bersama. Tentunya dengan konsep ini, bisnis minuman kekinian tersebut terus berkembang.

5. Communication

Semua pilar tersebut tidak dapat diraih tanpa komunikasi yang baik. Tentunya, Dayat paham bagaimana membangun sebuah binis yang sangat mengandalkan kerjasama dengan orang lain. Untuk menjalin komunikasi yang baik, dia dan tim operasional Milktime melakukan kegiatan bersama seperti nonton bareng atau menghasbiskan waktu bersantai bersama. “Kami sering hangout bareng, dan Milktime enggak pernah nyebut mereka karyawan tetapi tim operasional supaya kami tumbuh bersama” ungkap Dayat.