Tunggu Sebentar

 

Food & BeveragesMinuman Kekinian dengan Konsep Take Away yang Menguntungkan

Darmarita PerdanaMaret 29, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/03/909f9d0c-be61-4150-89a8-a9a44586f941.jpg

Trend dunia kuliner memang selalu mengalami perkembangan dari masa ke masa, maka tidak heran jika bisnis di bidang ini semakin menjamur. Hal ini tentunya disebabkan karena kebutuhan pangan dari masyarakat itu sendiri. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang penasaran dengan berbagai olahan makanan yang dijajakan pasar. Salah satunya berbagai macam jenis minuman kekinian yang saat ini sedang digemari oleh banyak anak muda. Tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan saja, kebanyakan anak muda tertarik untuk menunjukkan eksistensi dari produk minuman tersebut. Peluang ini dimanfaatkan oleh Achmad Hidayat, Founder Milktime yang merupakan usaha minuman kekinian dengan konsep Take-Away.

Bermula dari keresahan Dayat sebagai seorang karyawan Management Trainee di sebuah perusahaan konvensional tentang cita-cita dalam hidupnya yang harus ia simpan terlebih dahulu yakni sebagai seorang pengusaha. Setelah memutuskan keluar dari perusahaan tempat ia bekerja, tercetuslah ide untuk memulai membangun usaha yang memang didedikasikan untuk membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Tapi tidak semudah itu, Dayat memutuskan terjun ke dunia bisnis karena ia memang pribadi yang akrab dengan dunia bisnis karena sempat merasakan jatuh bangun dalam memulai 5 usaha sebelumya. Setelah melakukan berbagai riset, akhirnya ia mantap untuk memulai menjalankan Milktime. Konsep usaha minuman kekinian yang ia lakukan sangatlah sederhana namun dapat menguntunkan dalam segi usaha yakni Take-Away. “Kenapa sih milih Take Away, ya supaya bisa nekan biaya Capital Expenditure, sama Operational Expenditure supaya semua biayanya bisa di ahlihkan ke product. Jadi kita bener-benet ngasih kualitas produk yang bisa disandingkan dengan brand besar lainnya” tutur Dayat dalam salah satu sesi wawancara.

Memahami Keinginan Pelanggan Melalui Minimum Viabel Product

Awal mula suatu usaha tentunya membutuhkan riset awal terlebih dahulu untuk mengetahui apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Milktime menggunakan teknologi media sosial untuk menjaring setiap aspirasi dan juga berkomunikasi dengan konsumen untuk mengetahui apa yang mereka inginkan. “Minuman kekinian ini bukan tentang apa product yang kita mau tapi apa yang dibutuhkan oleh konsumen. It’s about people who consume our product” pungkas Dayat. Untuk mengenalkan produk minuman kekinian ini, Milktime mencoba menerapkan konsep Minimum Viabel Product yang populer digunakan para pemula bisnis. Sederhananya, konsep ini digunakan untuk mengetahui pola dari modal, usaha dan waktu yang efisien agar product market fit. Dalam dunia bisnis, konsep ini memiliki beberapa keuntungan seperti mengurangi risiko kegagalan, memperoleh feedback yang cepat dari konsumen, dapat dijadikan alat ukur pengembangan dan meningkatkan kesuksesan.

Saat pertama kali memulai, Milktime mencoba memasarkan dari gerobakan kecil yang sederhana. Setelah mengetahui apa yang diinginkan oleh konsumen, segera Dayat mengembangkan usahanya dengan membuka outlet. Saat ini sudah terdapat 2 outlet yang berdekatan dengan pusat pendidikan di Balikpapan. Rencana usaha minuman kekinian ini akan dikembangkan dengan membuka franchise di seluruh Indonesia setelah membuka minimal 5 outlet di Balikpapan. Tentunya dengan usaha yang dilakukan Dayat bersama Tim, Milktime berkembang dari waktu ke waktu.

Pentingnya Menjaga Kualitas Produk untuk Pelanggan Setia

Tidak sedikit produk minuman kekinian saat ini hanya mengikuti perkembangan trend saja sehingga pada akhirnya bisnis yang dijalankan kurang diminati konsumen. Hal tersebut tidak berlaku pada usaha minuman kekinian yang satu ini. Tentunya Milktime selalu menjaga kualitas dari produk yang dijual. “Dulu pernah kita buang bahan hampir setiap hari buat jaga kualitas. Kami memang ingin memberikan apa yang diinginkan oleh pelanggan” tutup Dayat pada akhir sesi wawancara. Dengan usaha tersebut, maka tidak heran banyak anak muda yang hampir 80% wanita menjadi pelanggan setianya.