Tunggu Sebentar

 

UMKMUKM Bidang Fashion Yang Sudah Memasuki Pasar Luar Negeri

Ringga RahmiMaret 28, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/03/UKM-Bidang-Fashion-Yang-Sudah-Memasuki-Pasar-Luar-Negeri.jpg

UKM di Indonesia telah mencapai berbagai prestasi dalam bidang usahanya masing-masing. Hal ini tentu tidak terlepas dari usaha pantang menyerah yang dilakukan oleh pengusaha dan juga dukungan yang diberikan oleh pemerintah terhadap UKM.

Salah satu bidang yang telah menunjukkan kemampuan untuk bersaing secara global adalah bidang usaha fashion. Berikut adalah UKM yang telah memasuki pasar internasional yang telah dirangkum oleh memulai.id yang bisa dijadikan inspirasi.

  • Schmiley Mo

Label Fashion ini merupakan salah satu brand asal indonesia yang telah diminati oleh konsumen dari luar negeri. Diana Rikasari merupakan pemilik dari bisnis Schmiley Mo yang telah memilki banyak jenis model pakaian yang sangat laku dipasaran. Bahkan beberapa sepatu rancangan dari Diana Rikasari telah digunakan pada film Stargirl yang dirilis oleh Disney.

Schmiley Mo memiliki rancangan yang unik dan kualitas yang bagus. Tentu saja ini tidak terlepas dari tangan dingin Diana Rikasari yang memiliki selera fashion yang out of the box. Kini bisnis fashion dari UKM ini telah merambah pasar pakaian anak. Dalam Kesehariannya, kini Diana Rikasari tinggal di Swiss bersama anak dan suaminya sambil mengelola Schmiley Mo.

Bagi kaum muda yang berhijab, Schmiley Mo juga menyediakan rancangan pakaian yang tertutup namun tetap dengan model yang bagus. Pakaian Diana Rikasari kini dapat dipesan melalui beberapa online platform. Usaha brand ini untuk menaklukan pasar internasional sudah dimulai sejak tahun 2016 lalu, dimana koleksi pakaian dari Diana Rikasari  ini ditampilkan pada Kuala Lumpur Fashion Week (KLFW). Pada pergelaran seni fashion di Kuala Lumpur, desain baju rancangan Diana Rikasari mendapatkan banyak perhatian.

Dalam upaya penanganan darurat virus corona, Diana Rikasari  juga memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk mengisi waktu luang dalam masa tanggap virus corona dengan mengubah pakaian lama agar tampak baru. Desain menarik ini dapat dilihat pada akun instagram dari Diana Rikasari .

  • Batik Notohadinegoro

Batik merupakan warisan kebudayaan yang turun temurun dari nenek moyang Bangsa Indonesia. Berbagai UKM telah banyak mengusung pesona batik sebagai bidang dari usaha mereka. Salah satu batik asli Indonesia yang telah merambah pasar internasional adalah Batik Notohadinegoro.

Batik ini mengusung tema tradisional dan modern, tema inilah yang membuat usaha batik yang dimiliki Indi Wulandari menjadi salah satu batik terbaik di Indonesia. Indo Wulandari telah meluncurkan berbagai desai batik, bahkan hampir setiap bulan selalu ada desain baru yang dikeluarkan rumah mode ini.

  • Tas dari Enceng Gondok Dari  Gendis Bag

Wanita dan aksesori pelengkap seperti tas merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan. Minat masyarakat terhadap tas selalu meningkat, meskipun perekonomian mengalami pasang surut. Saat ini banyak konsumen yang beralih kepada tas ataupun produk fashion yang ramah lingkungan. Karena saat ini isu lingkungan dan dampak dari perubahan iklim menjadi perhatian masyarakat dunia.

Oleh karena itu tas dari enceng gondok merupakan pilihan yang tepat. Selain karena kualitasnya yang tidak diragukan lagi,tas keluaran Gendis Bag memiliki desain yang unik. Saat ini pemasaran dari produk tas ini telah merambah pasar Eropa.

  • Tas Batok Kelapa Dari Kejaya Handycraft

Sebagai tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia, kepala juga menjadi sumber inspirasi dari pengusaha bernama Khotibin. Semenjak tahun 1993, pengusaha ini melakukan bisnis pembuatan kerajinan tangan yang berasal dari pelepah pisang dan batok kelapa.

Setiap bulannya, saat ini Kejaya Handycraft menyuplai 10 ribu tas batok kelapa keluar negeri. Tas ini akan dipasarkan pada daerah Hawai. Kejaya Handycraft saat ini memperbaiki pertumbuhan ekonomi dalam lingkup daerah dengan memperkerjakan ratusan karyawan untuk memenuhi kebutuhan konsumennya.