Tunggu Sebentar

 

UMKMUMKM: Strategi Pengembangan UMKM

Ringga RahmiMaret 26, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/03/strategi-pengembangan-umkm.jpg

Bagi yang belum familiar dengan UMKM, maka perlu dijelaskan terlebih dahulu apa yang dimaksud
dengan UMKM. Pengertian dari UMKM adalah sejenis usaha berupa produksi barang atau jasa yang
dilakukan oleh perorangan atau badan yang berdiri secera independent atau secara mandiri dalam
skala kecil atau menengah.
UMKM merupakan bisnis yang dapat menjadi alternatif bagi masyarakat, khususnya kaum muda
untuk memilki usaha yang dapat dijadikan sumber penghasilan. Jenis usaha UMKM sangat luas dan
terdiri dari berbagai jenis produk yang ditawarkan. Mulai dari penjual ikan di pasar, penyedia
layanan penitipan anak, penjual gado-gado ataupun pecel lele yang ada disekitar kita.
Pemerintah memberikan dukungan bagi peningkatan UMKM di Indonesia. Berdasarkan data dari
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah ditemukan fakta mengejutkan bahwa UMKM
telah menjadi pilihan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Pada tahun 2017, dinyatakan
bahwa 99 % dari keseluruhan pelaku usaha di Indonesia adalah pemilik usaha UMKM.
Beberapa upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan perekonomian dari sektor
UMKM. Pemerintah dengan bantuan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah telah
menyusun beberapa kebijakan untuk membuat UMKM menjadi semakin berkembang. Upaya yang
dilakukan oleh pemerintah adalah sebagai berikut:

Pajak UMKM
Semenjak tahun 2018, pemerintah menetapkan jumlah pajak yang ringan bagi pengusaha UMKM.
Pajak yang harus disediakan oleh pengusaha adalah sebesar 0,5 % dari total omset dari pengusaha.
Rendahnya pajak yang ditetapkan bertujuan agar masyarakat yang berkecimpung dalam UMKM
memiliki kesempatan yang lebih luas untuk melakukan investasi dan mengembangkan usahanya
dengan dana yang telah dimiliki.
Penurunan jumlah pajak yang harus dibayar juga meningkatkan jumlah pelaku usaha yang
membayar pajak setiap tahunnya. Sebagaimana yang kita ketahui pajak merupakan kewajiban bagi
setiap pemilik usaha yang dibayar sesuai dengan jumlah omset yang dimiliki.

Pinjaman UMKM
Langkah lain yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat
melalui UMKM dengan mempermudah masyarakat mendapatkan pinjama modal untuk
mengembangkan usahanya. Sekarang bunga pinjaman untuk UMKM adalah sebesar 7 %. Dengan
jumlah bunga yang kecil, maka UMKM akan lebih mudah untuk membayar angsuran dari pinjaman
setiap bulan.
Dengan murahnya bunga pinjaman UMKM, masyarakat akan lebih mudah untuk menggunakan
pinjaman jenis KUR ( Kredit Usaha Rakyat) dari berbagai Bank yang ada disekitar kita. Cara untuk
mengajukan KUR adalah dengan mengajukan permohonan kepada Bank dengan mengisi formulir
yang sudah disediakan. Selanjutnya pemilik usaha melengkapi syarat-syarat yang diminta. Beberapa
syaratnya adalah data diri pemilik usaha, SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) atau surat keterangan
memiliki usaha dari pemerintah setempat. Contohnya, apabila anda memiliki usaha toko kelontong
pada pasar tradisional, maka dapat meminta surat keterangan usaha dari Kepala Lurah setempat.
Setelah melengkapi syarat-syarat, selanjutnya berkas yang kita ajukan diverifikasi oleh pihak bank.
Selanjutnya apabila permohonan pinjaman kita disetujui, maka kita dapat mengambil dana pinjaman
yang telah disediakan oleh bank. Dengan catatan bahwa pembayaran angsuran dilakukan secara
rutin sesuai jangka waktu yang telah disepakati dengan pihak bank.

Pelatihan UMKM Secara Gratis

Seperti yang kita ketahui, sumber daya manusia merupakan modal yang perlu ada bagi setiap
UMKM. Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat, khususnya
pemilik adalah dengan melakukan pelatihan secara gratis. Informasi pelatihan gratis ini dapat dilihat
pada website https://www.ukmindonesia.id/. Pelatihan yang dilakukan cukup beragam, muilai dari
pelatihan desain, pelatihan mengenai teknologi fasilitasi barcode, serta pelatihan mengenai stock
barang.