Tunggu Sebentar

 

TeknologiAplikasi Penghemat Kuota dari Start Up Asli Indonesia

Sigid SetyoApril 1, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/04/aplikasi-penghemat-kuota.jpg

Masalah kuota bagi negara berkembang seperti Indonesia merupakan masalah umat atau rakyat. Mengingat hingga sampai saat ini, jaringan seluler masih menjadi andalan konektivitas nasional. Karena itu hadirnya aplikasi penghemat kuota yang digawangi oleh start up asal Indonesia menjadi angin segar bagi seluruh rakyat.

Dengan karakter geografis Indonesia, pembangunan jaringan broadband tampaknya masih perlu waktu lama agar dapat settle dengan baik. Dalam kondisi seperti ini kuota jaringan seluler menjadi penting. Atas latar belakang itulah, Kecilin, dirilis dan menjadi salah satu start up terbaik di bidang ini.

Latar Hadirnya Ide Penghemat Kuota

Menurut Christopher Farrel Millenio Kusuma, Founder dan CEO Kecilin, koneksi internet masih jadi masalah utama di Indonesia. Buffering akibat jaringan lemah karena tinggal di pelosok masih sering sekali ditemukan. Demikian, ungkap juara Wira Usaha Mandiri 2018 yang diselenggarakan Bank Mandiri ini.

Kecilin menangkap peluang ini dan menghasilkan solusi yang sangat dapat diandalkan. Berdasarkan data yang sudah terekam, Kecilin mampu menurunkan konsumsi data hingga 10 kali lebih rendah dan membuat proses loading menjadi 2 kali lebih cepat. Hal ini tanpa membuatnya kehilangan kualitas data saat ditampilkan kembali.

Aplikasi penghemat kuota ini mulai berbentuk badan hukum sejak 2018 dengan alamat kantor di Yogyakarta. Meski begitu, Kecilin telah melalui product market fit test sejak 1,5 tahun sebelumnya. Karena itu kualitas dan keandalan dari aplikasi ini dapat dibuktikan secara nyata.

Rencana dan Model Bisnis Aplikasi Kecilin

Aplikasi penghemat kuota ini memiliki 2 model bisnis, menurut Ferrel, sang CEO.. Pertama, model B2B yang ditujukan kepada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan transfer data secara masif dan rutin. Kedua, model B2C yang menyasar end user yang ingin menghemat kuota paket internet mereka.

Untuk model B2B, Kecilin menawarkan solusi atas masalah transfer data yang lambat dan mahal, serta penyimpanan (storage) yang senantiasa kurang. Dengan algoritma kompresi yang canggih dari Kecilin, basis data dapat dimampatkan hingga 99% tanpa perubahan kualitas.

Bentuk layanan aplikasi berupa API (Application Programming Interface) yang dapat memfasilitasi beragam platform. Dengan cara ini, kompresi dokumen dapat mencapai 50%, video 75%, dan gambar 80%. Untuk ukuran perusahaan, penghematan ini dapat bernilai ratusan juta hingga milyaran rupiah.

Sedangkan untuk model B2C, Kecilin menawarkan sebuah in app browser, yang dilengkapi dengan situs-situs populer seperti media sosial dan portal berita. Dengan algoritma yang sama, aplikasi penghemat kuota ini mampu mampu menghemat kuota data hingga 90% tanpa mengorbankan kualitas.

Dengan 2 pendekatan tersebut, Kecilin menargetkan monetisasi melalui 2 cara berbeda. Untuk segmen B2B, monetisasi dilakukan berdasarkan sistem proyek atau langganan per bulan. Bidang perusahaan yang paling disasar adalah yang bergerak di bidang perbankan dan ISP yang menggunakan transfer data secara massif dan berkelanjutan.

Sedangkan untuk segmen B2C, monetisasi dilakukan melalui iklan yang dikustomisasi berdasarkan minat pengguna. Uniknya, Aplikasi Kecilin menampilkan statistik dari data yang dihemat serta perkiraan konversinya dalam mata uang. Standar yang digunakan adalah Rp 5.000 per GB yang dihemat.

Ambisi Aplikasi Penghemat Kuota Berskala Global

Sebagai start up asli Indonesia, ambisi Kecilin tidak hanya untuk menjadi pemimpin pasar di tingkat nasional, tapi juga global. Untuk itu, Kecilin telah melakukan sejumlah langkah-langkah strategis yang mendukung terwujudnya visi global tersebut.

Di antaranya penggunaan server yang tersebar di Amerika Utara, Selatan, Eropa, dan benua lainnya. Kecilin juga memanfaatkan jaringan mahasiswa global AIESEC untuk melakukan proses marketing dan branding mereka.

Inspirasi ini tentu sangat berharga bagi generasi millenial yang ingin memulai start up-nya. Bahwa dari ide aplikasi penghemat kuota saja, Indonesia dapat bersaing di tingkat dunia. Go Start Up!