Tunggu Sebentar

 

BisnisUMKMTips Bisnis Fashion Bertahan Saat Pandemi Covid-19

Sigid SetyoApril 27, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/04/strategi-pemasaran-bisnis-fashion-saat-pandemi.jpg

Efek pandemi dirasakan secara merata oleh setiap bidang usaha. Tak hanya restoran, hotel, dan usaha terkait wisata. Ini karena perlambatan ekonomi menyebabkan menurunnya konsumsi global. Khusus di bidang fashion, perlu strategi pemasaran bisnis fashion khusus saat pandemi.

Sebagai satu bidang usaha, UMKM bisnis pakaian merupakan yang terbesar kedua setelah makanan dan minuman.Oleh karena itu perlu dirumuskan strategi khusus agar UMKM bisnis fashion ini dapat bertahan saat pandemi dan krisis seperti sekarang ini.

Lalu, bagaimana strategi pemasaran bisnis fashion khusus UMKM agar dapat bertahan saat pandemi global saat ini?

1. Kesempatan untuk Branding

Branding bisnis Anda supaya tidak hanya terkesan mencari keuntungan. Masa pandemi justru merupakan kesempatan yang tepat untuk meningkatkan citra usaha Anda di mata masyarakat.

Caranya bagaimana?

Ambil bagian pada campaign melawan pandemi virus Corona ini. Bahkan, akan lebih baik jika Anda memberikan donasi dengan bidang core atau side business Anda.

Citra yang bisnis Anda dapatkan saat ini akan lebih cepat viral dan sangat berguna setelah masa pandemi ini berlalu.

2. Ganti Jenis Produksi

Pakaian merupakan kebutuhan primer yang dapat menjadi sekunder maupun tersier tergantung pasar yang dibidik dan harganya. Untuk masa pandemi ini, usahakan untuk mengurangi produksi pakaian yang berfokus pada mode.

Memasuki pertengahan masa krisis, fokus pengeluaran rumah tangga akan lebih banyak ke kebutuhan pangan. Maka upayakan untuk mengganti jenis produksi ke hal yang berkaitan dengan pandemi.

Misalnya, Anda dapat justru memproduksi masker atau APD yang masih akan diperlukan saat pandemi ini. Donasi dalam bentuk masker dan APD juga dapat sangat mendongkrak brand bisnis Anda di mata masyarakat.

Apakah harus semuanya?

Tidak juga. Jika tenaga kerja Anda lumayan banyak, cukup alokasikan sebagiannya saja. Sisanya yang lain? Tetap bertahan di core product dari bisnis Anda.

3. Efisiensi Karyawan

Tidak dapat dipungkiri bahwa gaji karyawan merupakan salah satu komponen biaya yang cukup besar. Di masa pandemi, ini bisa jadi satu hal yang sangat membebani.

Untuk itu, Anda mungkin perlu mempertimbangkan untuk efisiensi karyawan. Entah dengan merumahkan sementara atau mengurangi jam kerja mereka. Sisa karyawan yang ada tetap harus memiliki target produksi seperti biasanya.

Alangkah lebih baiknya jika mempertahankan semua dan hanya mengurangi jam kerja. Karena pandemi ini memang dirasakan oleh semua. Dan Anda dapat berkontribusi untuk membantu karyawan Anda.

Bahkan, Anda dapat menawarkan karyawan Anda untuk ikut membantu pemasaran produk Anda dengan sistem komisi. Jadi, setengah hari kerja produksi, sisanya kerja pemasaran. Bagi yang mau.

4. Maksimalkan Pemasaran Online

Jika selama ini online marketing hanya menjadi satu perhatian saja, ini waktunya Anda menggeber seluruh upaya di bidang pemasaran online.

Pelajari teknik dan strategi marketing secara online dan terapkan semuanya. Kalau perlu, Anda dapat mencari kelompok diskusi dan pembimbing di bidang ini.

5. Hubungi Pelanggan Lama

Pelanggan lama telah memiliki tingkat trust tertentu kepada merek Anda. Karena mereka telah berpengalaman transaksi dan menggunakan produk Anda.

Anda dapat menggunakan hubungan ini untuk pemasaran bisnis fashion Anda saat pandemi. Entah dengan memposisikan mereka sebagai target market ulang, atau sebagai partner pemasaran dengan komisi.

Jika selama ini Anda belum mengelola pelanggan Anda dengan baik, ini saatnya mengembangkan strategi Customer Relationship Management Anda.

Selalu Ada Kesempatan di Tengah Kesempitan

Krisis selalu membawa 2 hal secara bersamaan, yaitu tantangan dan peluang. Upayakan untuk tidak selalu terpaku kepada tantangan, tapi juga melihat peluang yang dibawa.

Ada bisnis yang tersungkur saat krisis, tapi tak sedikit yang justru semakin bertumbuh. Apa yang membedakan? Kemampuan untuk adaptasi saat pandemi dan krisis seperti sekarang ini.

Jadi, terapkan tips pemasaran bisnis fashion saat pandemi Covid-19 saat ini. Selalu berpikir kreatif agar UMKM bisnis pakaian Anda tetap bertahan dan terus berkembang. Salam Sukses!