Tunggu Sebentar

 

StartupUMKMPanduan Praktis Memulai Bisnis Startup

Sigid SetyoApril 20, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/04/bisnis-startup.png

Bisnis startup sering menjadi sebuah bisnis idaman, terutama bagi generasi millenial. Kesan yang ditimbulkan dari satu bagian industri 4.0 ini memang begitu menawan: high-techhigh incomehigh popularity.

Tak salah memang. Karena pemberitaan tentang startup seringkali hanya memberikan pandangan yang glamour dan mewah. Padahal, seperti bisnis lainnya, bisnis startup juga memiliki pola seperti gunung es. Yang sukses hanyalah puncak yang terlihat.

Di negeri asal startup berkembang saja, tingkat kegagalan mencapai 90% dengan 10% gagal di tahun pertama dan 50% di 5 tahun awal.

statistik bisnis startup yang gagal
StartUp-Statistics-Mockup-AV-edits dari Big Data Made Simple

Meskipun begitu, selalu ada ruang bagi pebisnis startup untuk berkembang. Kabar baik startup Indonesia yang mencapai tahap Decacorn 2019 lalu semakin memberikan energi bagi pebisnis startup pemula.

Mengenal Bisnis Startup

Istilah startup sendiri memang berarti memulai (sama seperti nama media ini). Lebih tepat lagi saat dimaknai sebagai bisnis yang sedang dalam tahap rintisan (tahap awal).

Istilah ini sebenarnya bersifat umum untuk segala macam jenis bisnis. Tapi karena populernya istilah ini bersamaan dengan berkembangnya bisnis dotcom di Amerika Serikat, istilah tersebut lebih ditautkan dengan dunia internet.

Saat ini, ketika mendengar tentang bisnis startup, pikiran orang langsung bergerak antara internet, aplikasi, dan digital.

Sebagai pengenal tentang startup, ada baiknya Anda melihat video explainer singkat berikut ini.

Ulasan lengkap mengenai startup dapat Anda baca di artikel pada tautan berikut. (Apa itu Startup: Pengertian, Karakteristik, Model, dan Pendanaannya.)

Panduan Praktis Bisnis Startup

Gairah kawula muda generasi millenial ini memang sangat besar terhadap bisnis ini. Hal ini didukung oleh pemerintah yang memberikan perhatian besar pada pebisnis startup, terutama dari kalangan muda.

Pengangkatan staf khusus presiden dari kalangan millenial semakin menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap pelaku bisnis ini. Hal ini memberikan angin segar bagi industri startup dalam negeri.

Berikut ini merupakan panduan praktis, langkah demi langkah, sejak memulai bisnis startup sampai pengembangannya.

1. Menghadirkan Ide Produk

Sama seperti saat memulai bisnis lainnya, tahap pertama bisnis startup adalah menghasilkan produk yang dapat diterima oleh pasar.

Apa yang diminta oleh pasar dari bisnis ini? Solusi terhadap permasalahan yang sedang para pelaku pasar hadapi. Di mana dengan menggunakan teknologi dan layanan startup ini, solusi tersebut dapat diselesaikan dengan lebih mudah, cepat, dan berhasil baik.

Bagaimana mendapatkan ide produk startup yang tepat dan dapat diterima pasar?

Mulailah dari mengamati apa masalah yang perlu diselesaikan di sekitar Anda. Atau bahkan, mungkin masalah tersebut Anda sendiri yang pernah menghadapi. Seperti pengalaman founder dari AirBnB berikut ini.

sejarah startup airbnb
Sejarah startup AirBnb

Dari mengalami sendiri bagaimana tidak dapat membayar biaya sewa tempat tinggal, hingga menjadi ide menyewakan tempat inap. Dan terus berkembang walau dengan jatuh bangun, hingga mencapai valuasi lebih dari 10 milyar dollar.

Nah, pengalaman tidak menyenangkan apa yang Anda atau teman-teman Anda alami? Itu bisa menjadi inspirasi ide untuk startup Anda nantinya.

Cara lain mendapatkan ide adalah dengan menggunakan metode riset keyword pada mesin pencari di Internet. Misalkan, ketik saja “Cara Membuat” pada tool keyword research (coba ubersugggest atau keywordtool.io). Lalu tekan enter.

Perhatikan daftar keyword terkaitnya dan lihat yang memiliki volume pencarian tertinggi.

ide bisnis startup cara membuat

Anda dapat membuat startup yang membantu orang untuk membuat blog, website, atau mempermudah mereka mencari pekerjaan. Ide tersebut layak dipertimbangkan karena terbukti banyak orang yang mencari bantuan untuk itu.

2. Diskusikan Ide

Ide yang Anda dapatkan, meskipun berasal dari riset, perlu Anda diskusikan dengan orang lain. Itulah salah satu alasan kenapa sebaiknya Anda tidak membangun bisnis startup sendirian. Idealnya adalah 2-3 orang.

Diskusikan ide tersebut dengan teman-teman mastermind Anda. Pertanyakan! Munculkan ide-ide tambahan yang menguatkan! Bandingkan dengan kompetitor Anda di bidang yang sama! Nilai tambah apa yang dapat produk atau layanan Anda tawarkan kepada pengguna! Apa diferensiasi atau keistimewaan produk dan layanan Anda?

Proses ini mungkin akan panjang, mungkin juga singkat. Tapi yang jelas, proses ini harus dijalani untuk dapat menemukan value dan unique selling point dari produk dan layanan Anda.

Rangkaian proses ini disebut juga idea validation yang akan memutuskan apakah ide Anda layak untuk dieksekusi menjadi sebuah produk.

validasi ide bisnis startup

3. Mengumpulkan Modal Awal

Setelah memiliki kesepakatan atas produk dan layanan yang akan dibuat, Anda perlu mengumpulkan modal awal untuk mewujudkan bisnis Anda.

Pada tahap yang sangat awal ini, Anda mungkin tidak dapat menemukan investor luar. Modal awal hanya bisa didapat dari simpanan masing-masing founder atau pinjaman lunak dari keluarga. Karena terbatasnya modal awal ini, Anda perlu sangat berhati-hati dalam membelanjakannya.

4. Membuat Prototype

Setelah terkumpul modal awal, saatnya Anda membuat prototype (desain awal) dari layanan Anda. Prototip ini tentu harus sudah mampu berfungsi dengan baik walaupun mungkin fiturnya belum sempurna dan masih ada eror.

Bagaimana membuatnya? Buat sendiri oleh Anda atau tim founder startup Anda.

Bagaimana jika tidak ada yang jago dalam hal programming?

Memang akan sedikit menyulitkan, tapi bukan berarti tidak mungkin. Anda dapat menggunakan jasa pihak luar dengan cara outsourcing pekerja lepas yang jago dalam hal ini.

Di mana mencari pekerja lepas untuk proyek startup Anda?

Jika Anda sudah punya channel kenalan dan network, Anda bisa menggunakannya. Jika tidak, Anda dapat mencari tenaga freelance dari situs-situs yang menawarkan menjembatani Anda dengan pekerja freelance tersebut.

Dari situs lokal, Anda dapat menggunakan jasa Projetcs.co.id, Sribulancer.com, atau Fastwork.id. Tiga situs tersebut merupakan ajang berkumpulnya para freelancer terbersar di Indonesia.

situs freelance untuk mencari programmer startup
Situs freelance lokal untuk mencari programmer startup

Sedangkan jika ingin menggunakan tenaga internasional, Anda dapat mencoba layanan Freelancer.com, Truelancer.com, atau Fiverr. Dua situs pertama menggunakan mekanisme post project, sedangkan situs terakhir menggunakan sistem hire or buy service.

situs freelance internasional untuk programmer startup
Situs freelance internasional untuk mencari programmer startup

5. Membuat Marketing Plan

Setelah prototype dari produk dan layanan Anda sudah jadi, Anda dapat mulai membuat rencana pemasarannya.

marketing plan startup

Pemasaran di awal ini tidak bertujuan untuk langsung menjual produk atau layanan Anda. Tetapi mengusahakan agar produk dan layanan Anda dicoba oleh sebanyak mungkin pengguna.

Bagaimana cara agar produk atau layanan startup Anda dicoba sebanyak mungkin pengguna dalam waktu singkat? Berikut tipsnya.

  1. Berikan layanan gratis
  2. Ajak pengguna untuk membagikan layanan startup Anda. Beri reward bila perlu.
  3. Buat konten edukasi tentang layanan Anda berupa artikel, video, ataupun podcast.
  4. Sebarkan press release melalui media ataupun media sosial startup Anda.

Sampai kapan hal tersebut dilakukan? Sampai mencapai jumlah pengguna tertentu (Anda tentukan sendiri batasannya).

Dan sebaiknya, layanan Anda tetap gratis sampai mencapai jumlah pengguna tertentu. (Ingat Facebook yang mencapai 1 milyar pengguna baru melakukan monetisasi.)

6. Dapatkan Umpan Balik

umpan balik bisnis startup

Umpan baik dalam menjalankan bisnis startup sangat penting karena Anda akan menggunakan metode lean startup.

Metode ini memiliki ciri perbaikan dan update yang terus-menerus, berkala, dan berdasarkan data feedback. Ini sangat membutuhkan interaksi yang dekat dengan pengguna produk dan layanan Anda. Karena itu, metode lean startup lebih baik digunakan daripada metode waterfall yang lebih cocok untuk pengembangan software pesanan.

Kumpulkan umpan balik dari prototype yang telah Anda buat dan dapatkan data yang terstruktur. Ini akan membantu Anda menyempurnakan produk atau layanan Anda tersebut.

7. Luncurkan Versi Beta

Setelah menambahkan fitur-fitur yang diminta pengguna dan menyempurnakan prototype, Anda dapat meluncurkan versi beta. Pada versi ini, Anda sudah dapat mengakomodasi pengguna secara penuh dengan semua fitur yang tersedia.

Sampai di sini, bukan berarti proses berhenti, Anda tetap perlu mengumpulkan testimoni dan umpan balik mengenai layanan Anda. Mungkin Anda perlu mempekerjakan tim untuk menyempurnakan versi beta ini. Jika itu yang terjadi, Anda tetap perlu mempertimbangkan kekuatan modal Anda.

8. Rilis Versi Penuh

Jika versi beta sudah dapat memberikan kepuasan, minimal 75% dari pengguna, Anda dapat mengemasnya dalam versi penuh dan merilisnya.

Upayakan untuk mengundang media dan membuat press release saat peluncuran produk atau layanan Anda. Ini akan membantu publikasi dan pemasaran bisnis startup Anda.

Sebelum merilis, sebaiknya Anda beserta tim juga telah mendesain sebuah marketing plan yang lebih besar untuk bisnis Anda. Dengan demikian, layanan startup Anda dapat berkembang dengan pesat sejak perilisannya

9. Memasarkan Startup

Meluncurkan startup bukan titik akhir, justru menjadi titik awal perjuangan yang berat. Ingat betapa tingginya failure rate (tingkat kegagalan) dari bisnis startup ini. Karena itu Anda perlu mendesain strategi pemasaran yang tepat dan mengeksekusinya dengan cepat.

Bagaimana memasarkan startup?

Cara pemasaran yang telah dibahas di langkah praktis nomor 5 di atas dapat terus Anda lakukan. Di titik ini, Anda juga perlu mempertimbangkan pemasaran berbayar melalui iklan, baik konvensional maupun online.

memasarkan startup

10. Mendapatkan Pendanaan

Ada 6 model pendanaan yang dapat Anda upayakan untuk memenuhi kebutuham modal startup Anda. Yaitu: bootstrapping, utang, equity, government funding, dan crowdfunding.

pendanaan startup
Pendanaan Startup

Uraian lengkap mengenai pendanaan dan cara mendapatkannya dapat Anda baca di ulasan kami di Apa itu Startup: Pengertian, Karakteristik, Model, dan Pendanaannya.

11. Bertahan dan Mengembangkan Startup

Data tingkat kegagalan startup memang cukup besar dan mengkhawatirkan, tapi dari sana Anda dapat mempelajari polanya.

statistik bisnis startup

Dari data yang dirilis Tenneese University tersebut, 99% alasan kegagalan adalah kurangnya perencanaan dan pengalaman. Anda perlu mempelajari ekosistem bisnis dan kompetitor di bidang yang sama dengan Anda secara terus-menerus.

Data lain menunjukkan bahwa 42% startup yang gagal adalah karena salah (misleading) dalam menangkap keinginan pasar. Sedangkan 29% karena kekurangan modal dalam membiayai startupnya (bahkan setelah menggunakan uang pribadi founder).

Untuk itu, Anda perlu aware terhadap kondisi perusahaan Anda, suasana pasar, dan tantangan dari kompetitor. Ide-ide kreatif mutlak dibutuhkan dalam industri ini. Termasuk dalam urusan monetisasi startup Anda agar tidak mati karena kekurangan biaya.

Penutup

Bisnis startup terlihat memilik prospek yang sangat menjanjikan, tapi juga memiliki statistik kegagalan yang tinggi. Anda perlu mempersiapkan rencana yang matang sambil belajar dari pengalaman para pelaku bisnis ini sebelumnya.

Panduan praktis memulai bisnis startup dapat membantu Anda untuk melihat peta perjalanan bisnis Anda. Dengan demikian membantu Anda merencanakan proyek bisnis Anda sehingga jauh dari ancaman kegagalan dan menuju pada kesuksesan.