Tunggu Sebentar

 

UMKMCara Memulai Bisnis Anti Gagal

Sigid SetyoApril 19, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/04/memulai-bisnis.jpg

Ada begitu banyak orang yang ingin memiliki bisnis, tapi sering ragu-ragu saat akan mulai berbisnis. Sebabnya karena ada rasa takut bahwa bisnis yang dilakukan akan gagal. Padahal langkah-langkah cara memulai bisnis anti gagal sebenarnya sangatlah saintifik.

Khusus yang baru mau mulai berbisnis, tak perlu menghabiskan waktu dan biaya untuk trial and error. Anda dapat belajar dari pengalaman mereka yang sukses maupun yang gagal.

Dari yang sukses, Anda belajar apa yang terbukti produktif, menghasilkan, dan menguntungkan. Sedangkan dari yang gagal, Anda dapat belajar apa saja yang tidak boleh dilakukan.

Dan dari semua resep bisnis yang anti gagal dan pasti sukses, semua berawal dari mindset bisnis yang tepat.

Mindset Memulai Bisnis yang Tepat

mindset memulai bisnis
Mindset memulai bisnis

“Segala hal di dunia ini terjadi dua kali, di dalam pikiran, lalu mewujud dalam kenyataan.”

Kenapa mindset sangat penting dalam bisnis?

Karena mindset merupakan benteng pertama dan terakhir, senjata utama dalam menghadapi setiap tantangan yang muncul saat Anda berbisnis. Mindset merupakan cara berpikir yang dilakukan secara berulang-ulang sehingga menjadi sebuah pakem atau pola.

Pentingnya menata mindset, karena mindset ini akan mendapatkan penguatan secara berulang-ulang dan terus-menerus. Kalau sampai salah sejak awal memulai bisnis, akan mengarahkan ke jalur yang salah dan menimbulkan kegagalan.

Mindset seperti apa yang harus dimiliki seorang pebisnis?

1. Mulai dari Visi

Seberapa cepat Anda berjalan tidak lebih penting dari seberapa tepat Anda menuju. Maka mulailah dari memiliki visi yang besar dan tepat tentang bisnis Anda. Bagaimana cara membuat visi bisnis yang tepat? Gunakan prinsip SMART!

visi bisnis yang SMART
Penjabaran visi yang SMART
  • Spesific = memiliki arah yang jelas.
  • Measurable = dapat diukur dan dinyatakan dalam angka.
  • Achievable = masih dapat diwujudkan dan membangkitkan antusias.
  • Reralistic = dapat diuraikan dalam rencana yang realistis.
  • Timebound = memiliki batasan waktu untuk mewujudkan visi tersebut.

2. Jer Basuki Mawa Bea

Untuk mendapatkan kemuliaan, Anda harus membayar harganya. Ada sesuatu yang dipertukarkan untuk mendapatkan sesuatu yang lain. Mungkin tak harus selalu berarti uang, bisa jadi waktu, tenaga, ide, ilmu, keterampilan, apapun.

Yang pasti, hilangkan mental gratisan karena Anda harus memberikan persembahan untuk mendapatkan hal yang Anda inginkan.

3. Hasil Tak Akan Mengkhianati Proses

Mau sukses? Lakukan langkah-langkah menuju sukses! Mau juara? Lakukan persiapan untuk menjadi seorang juara. Semesta memang menyediakan semua yang Anda butuhkan. Tapi anda perlu menjulurkan tangan dan menyiapkan wadah untuk menyimpan.

4. Jaga Isi Gelas Tetap Setengah

Ada 2 yang menghambat orang untuk berkembang: putus asa karena merasa tak akan bisa dan jumawa karena merasa tahu dan bisa segalanya. Dua hal tersebut merupakan kutukan yang tabu bagi seorang pebisnis. Satu saja menghinggapi Anda dapat meruntuhkan segalanya yang sedang Anda bangun.

5. Tak Ada yang Dapat Melakukan Segalanya

Sehebat apapun seseorang akan kalah oleh kumpulan orang. Dalam dunia bisnis tidak dikenal istilah Superman, yang ada ialah Superteam. Maka bangunlah tim bisnis yang kuat di bidang riset, produksi, pemasaran, distribusi, dan semua bidang lain.

memulai bisnis dengan superteam

Tim yang kuat tak hanya membuat bisnis Anda berkembang cepat, tapi juga secara otomatis.

6. Sukses Atau Belajar

Jika tak berhasil dengan satu cara, ubah cara atau pendekatan Anda. Dengan tidak berhenti bergerak, Anda tidak akan gagal. Karena gagal hanya untuk mereka yang berhenti mencoba, bukan mereka yang senantiasa gigih mencari cara.

Dengan sejak awal menancapkan minset tersebut sebelum memulai bisnis, maka bisnis apapun yang Anda jalankan, tak akan pernah gagal.

Cara Memulai Bisnis Dari Nol Sampai Sukses

Adakah panduan bisnis mulai dari nol sampai sukses dan dijamin tidak gagal?

Ada. Anda sedang membacanya sekarang.

Jika Anda mengikuti 100% langkah-langkah yang disampaikan dalam artikel ini, Anda dijamin sukses dan tidak akan gagal. Ini karena semua langkah berikut telah terbukti, dilakukan oleh para pakar, dan memberikan hasil yang memuaskan.

Langkah berikut adalah langkah praktis, yang dapat Anda kerjakan langsung. Tentunya dengan tetap menanamkan mindset bisnis yang telah dijelaskan sebelumnya.

1. Riset Produk

riset produk

Produk yang dimaksud berikut dapat berupa sebuah barang atau layanan jasa. Untuk menentukan produk yang akan Anda jual, yang pertama kali harus Anda perhatikan adalah: pasar.

Dalam kaitan antara produk dengan pasar itu, Anda harus dapat menjawab pertanyaan berikut.

  1. Siapakah yang akan membeli produk atau layanan Anda?
  2. Bagaimana persona (ciri, karakter, kriteria) dari pelanggan Anda?
  3. Pada harga berapa mereka bersedia membayar produk atau layanan Anda?
  4. Dimana Anda dapat menemukan para pelanggan yang bersedia membayar untuk produk atau layanan Anda?
  5. Dengan cara apa Anda mengomunikasikan produk Anda kepada pelanggan tersebut?
  6. Dari harga yang mereka bayarkan, berapa besar margin keuntungan yang akan Anda dapatkan?

Dengan mendapatkan jawaban tersebut, Anda akan menemukan sebuah winning product yang menjadi andalan dan sangat layak untuk dijual.

2. Proses Produksi

Anggap Anda telah menemukan sebuah produk andalan. Yang mana memang akan diterima oleh pasar karena permintaan dan kebutuhan pasar. Maka apa langkah selanjutnyaadalah melakukan proses produksi.

Sebagai seorang pebisnis pemula, ada beberapa pilihan dalam melakukan proses produksi.

  1. Produksi sendiri.
  2. Produk white label dan re-packaging.
  3. Menjual produk orang lain.

Lakukan produksi sendiri jika saat akan memulai bisnis, Anda sudah punya modal yang cukup beserta cadangannya dan jaringan pasar yang kuat. Jika modal masih terbatas, tapi ingin tetap mulai berbisnis dengan brand sendiri, pakai re-packaging dari produk yang white label.

produk white label untuk bisnis pemula
Produk white label untuk bisnis

Dan kalau memang modal (baca: uang) sangat terbatas, lebih baik Anda memulai bisnis dengan menjualkan produk orang lain. Yang manapun, jangan terlalu lama berkutat pada proses produksi di awal mulai berbisnis. Yang penting adalah menguasai pasar terlebih dahulu.

3. Bangun Database Bisnis

Dari semua sumber daya, apa yang paling pokok dalam bisnis? Uang? Orang? Barang?

Itu semua penting. Tapi di era saat ini, yang memegang peranan utama dalam bisnis adalah basis data.

Basis data merupakan harta karun utama dalam bisnis. Jika Anda memiliki basis data yang lengkap dan baik, hanya tinggal butuh sedikit dorongan untuk dapat memulai bisnis sampai sukses.

Data apa saja yang harus dimiliki? Ada 4 yang penting.

  1. Supplier
  2. Data agen
  3. Data pelanggan
  4. Data suppport

Data supplier berguna jika Anda ingin meningkatkan jumlah produksi atau butuh substitusi bahan atau produk. Sedangkan data agen dan pelanggan sangat penting untuk memperluas pemasaran dan meningkatkan penjualan.Yang termasuk data support  contohnya data pegawai, mentor bisnis, partner, dan layanan outsourcing lainnya.

Semua database tersebut wajib Anda bangun selama proses menjalani bisnis tersebut. Di awal memulai bisnis, mungkin data Anda tak cukup besar. Tapi seiring berjalan, data tersebut akan membesar dan menjadi sumber keuntungan Anda.

4. Memasarkan Bisnis

Kok memasarkan bisnis, bukan memasarkan produk?

Karena bisnis melingkupi produk, pelayanan, branding, dan lain-lain. Jadi tujuan Anda tidak hanya sekadar menjual produk, tapi juga memberikan pelayanan maksimal dan membangun brand Anda di benak pelanggan.

Bagaimana memasarkan bisnis yang tepat untuk pebisnis pemula?

Pertama, gunakan semua channel yang ada, tapi berikan upaya terbesar pada yang paling mendekati persona pelanggan Anda.

Jika bisnis Anda merupakan bisnis lokal, Anda mungkin perlu menggunakan spanduk, pamflet dan media iklan luar ruang. Jika anda sedang memulai bisnis online, Anda mungkin perlu mempelajari teknik bisnis online dan cara iklannya.

iklan online

Kedua, jangan hanya janji, berikan bukti dengan pelayanan terbaik Anda. Prinsip under promise, over delivery harus senantiasa dipegang karena ini sangat menentukan kesan merek Anda di pikiran dan hati pelanggan.

5. Manfaatkan Teknologi Seoptimal Mungkin

Dalam proses pemasaran dan membangun database untuk bisnis Anda, gunakanlah teknologi seoptimal mungkin.

Misalnya, Anda dapat menggunakan internet untuk mendapatkan data supplier, agen, dan pelanggan. Anda juga dapat menggunakan ruang belajar dan kursus online untuk mendapatkan mentor dan partner diskusi. Database bisnis Anda selanjutnya dapat disimpan pada cloud storage sehingga tidak akan hilang dan dapat diakses kapan saja.

Anda juga dapat memanfaatkan teknologi untuk melakukan CRM (Customer Relationship Management). Dapatkan umpan balik dan interaksi melalu media sosial, website, ataupun direct message. Buat akun media sosial dan optimasikan untuk menjaring semakin banyak pelanggan.

Jika Anda menjalankan sebuah bisnis lokal, sangat baik untuk mendaftarkan bisnis Anda di Google My Business. Ini akan memudahkan Anda ditemukan pelanggan dan menjalin interaksi serta mendapatkan feedback dari pelanggan.

Google Bisnis
Google Bisnis

6. Libatkan Pelanggan Sebagai Partner

Pernah makan di rumah makan tepi jalan? Biasanya pada struk pembayarannya ada kutipan, “Anda puas beritahu teman, Anda tidak puas beritahu kami.”

Itu merupakan salah satu upaya melibatkan pelanggan sebagai partner bisnis Anda.

Memang tidak ada metode pemasaran yang lebih efektif dari pada metode pemasaran dari mulut ke mulut. Cara memberikan rujukan atau referensi ini memiliki tingkat kepercayaan yang paling tinggi dibanding cara pemasaran lainnya.

Anda dapat menggunakan metode ini dengan cara meminta pelanggan untuk mereferensikan teman dan memberikan reward jika mereka melakukannya. Dalam dunia pemasaran online, hal ini dikenal juga dengan affiliate marketing.

ilustrasi testimoni pelanggan bisnis

Selain referensi, hal lain yang bisa Anda dapatkan dari pelanggan adalah testimoni. Referensi dan testimoni merupakan bangunan dari social trust yang akan meningkatkan kesan positif brand Anda di benak pelanggan secara signifikan.

Selalu kumpulkan testimoni dan referensi, terus dan terus, sebanyak-banyaknya sebagai salah satu support database bisnis Anda.

7. Membangun Tim Bisnis

tim bisnis

Sudah dijelaskan dalam sub “Mindset Bisnis” sebelumnya bahwa tak ada yang bisa melakukan segalanya. Anda perlu membangun tim bisnis yang kuat yang dapat menopang dan mendorong perkembangan bisnis Anda.

Kapan sebaiknya membangun tim bisnis?

Anda sendiri yang menentukan waktunya. Baiknya adalah saat Anda merasa kewalahan dan sudah memiliki anggaran untuk membiayai tim tersebut.

Tim bisnis apa saja yang dibutuhkan? Tim riset, produksi (termasuk packaging), distribusi, pemasaran, dan tim pendukung (termasuk teknologi dan outsourcing).

Penutup

Selalu ingat bahwa bisnis bukanlah seperti lari jarak pendek, melainkan marathon yang akan berlangsung sangat lama. Karena itu, sejak awal dibutuhkan mindset bisnis yang tepat agar Anda tidak gagal dan berhenti di tengah jalan.

Dari mindset, Anda dapat berlanjut ke visi, rencana, eksekusi, dan evaluasi. Pastikan untuk memanfaatkan waktu secara produktif dengan memberikan prioritas pada hal penting yang mendorong bisnis Anda ke visi tujuannya.

Lakukan langkah-langkah praktis memulai bisnis yang telah dijabarkan di atas secara tekun dan berulang. Pelajari hal-hal teknis terkait langkah tersebut, lalu terapkan, dan jangan pernah merasa puas.

Langkah cara memulai bisnis yang dijabarkan di atas cenderung ke bisnis yang menjual produk. Dengan melakukan penyesuaian, Anda dapat menggunakan langkah serupa untuk memulai usaha kuliner atau memulai usaha fashion. Prinsipnya juga tak jauh berbeda untuk Anda memulai bisnis rumahan atau memulai bisnis onlne.

Selamat Berbisnis dan Salam Sukses!