Tunggu Sebentar

 

Food & BeveragesSilky Puding Puyo, Nikmatnya Bisnis Puding Kekinian

Henney28April 1, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/04/Silky-Puding-Puyo.jpg

Saat berbicara soal puding, pasti langsung terbayang sebuah dessert manis yang lembut di lidah. Memang, puding sudah lama jadi dessert yang sangat disukai masyarakat sebab memiliki cita rasa yang unik. Selain itu, teksturnya yang kenyal seakan mampu menggugah selera untuk segera menghabiskannya.
Saat ini jika berbicara soal puding, ada salah satu kuliner yang menawarkan puding dengan cita rasa dan tampilan kekinian yakni Silky Puding Puyo.

 

Karena menawarkan kudapan yang jarang ditemui pada masanya, membuat olahan dessert dengan brand Puyo tersebut sukses menarik perhatian masyarakat luas untuk mencicipi kelezatannya. Tapi, seperti apakah perjalanan bisnisnya hingga bisa berkembang pesat seperti sekarang ini? Simak ulasan berikut selengkapnya.

Awal mula bisnis Silky Puding Puyo

Berdiri sekitar tahun 2013 pertengahan, brand Puyo ini lahir dari ide dua bersaudara, Eugene dan Adrian yang memiliki ayah yang hobi memasak. Salah satu menu andalannya ialah puding, tak dinyana puding yang dibuat sang ayah begitu lembut dan enak. Terinspirasi dari resep sang ayah, Eugen dan Adrian pun terinspirasi untuk bereksperimen dan menjajal bisnis puding. Setelah bereksperimen berulang kali, kedua kakak adik tersebut pun sukses mendapatkan resep puding yang hingga kini jadimenu favorit dan brand, Silky Puyo Dessert. Di masa-masa awal pengenalan produk kuliner tersebut, Ugene dan Adrian memilih platform media sosial Instagram sebagai sarana promosi pudingnya. Siapa yang menyangka jika hasil iseng coba-coba resep puding sang ayah, kini Silky Puding Puyo berhasil menggaet banyak pelanggan setia. Dan berhasil membuka 34 outlet tak hanya di Jabodetabek tapi juga beberapa wilayah lainnya seperti Karawang serta Bandung.

Keterbatasan Bukan Halangan

Sejak awal, Silky Puding Puyo memang dibangun dengan selalu mengakali setiap keterbatasan yang ada. Misalnya saat ingin membeli bahan baku dan juga kulkas, Eugenie dan Adrian, sang kakak, cuma mengandalkan modal pinjaman dari sang Ayah. Agar menekan biaya, mereka pun menyulap garasi rumah menjadi tempat produksi pudingnya. Nyatanya usaha yang dijalankan pun terbukti dan tak sia-sia dan sekarang kedua kakak adik tersebut bahkan mampu membuka lapangan kerja bagi 100 karyawan lebih. Seperti untuk bagian produksi, manajemen, hingga operasionalnya dengan omset milyaran rupiah di 34 gerai yang dimilikinya.

Inovasi berkelanjutan

Tiga bulan berselang setelah mempromosikan puding Puyo di Instagram, Eugene dan Andrian sang kakak pun membulatkan tekad untuk membuka gerai pertamanya di mall. Tepatnya di kawasan Living World Alam Sutera sekitar bulan Oktober 2013 yang lalu. Agar brand pudingnya berkembang, kedua bersaudara tersebut juga selalu melakukan inovasi rasa serta memperbarui kemasan pudingnya dengan tampilan yang lebih menarik. Beberapa bulan berselang, puding Puyo pun membuka gerai baru di kawasan Gandaria City sebagai bagian dari pelebaran sayap bisnisnya.

Mengembangkan Kerjasama

Agar bisnis yang dijalankan tak berhenti di satu titik saya, puding Puyo pun tak cuma menggunakan satu metode saja dengan membukai gerai. Tetapi juga membangun peluang kerja sama dengan resto dan juga kafe kenamaan yang tertarik menjadi reseller. Dengan demikian, tak cuma bisa memperluas jangkauan market, namun juga mampu membuat penjualan puding jadi meningkat.