Tunggu Sebentar

 

Gaya HidupSimak Strategi Bisnis Undangan Pernikahan yang Kekinian dari SOEKA

Darmarita PerdanaApril 5, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/04/88270059_685485938860962_432670032066148872_n-1280x1280.jpg

Bisnis undangan pernikahan saat ini terus menjamur seiring meningkatknya angka pernikahan setiap tahunnya. Peluang bisnis ini memang menjadi idola banyak orang sehingga para pengusaha undangan pernikahan berlomba-lomba menawarkan produk kepada calon pengantin. Mulai dari harga yang murah hingga yang paling mahal, sesuai dengan desain dan juga penggunaan bahan kertas. Peluang bisnis ini ditangkap oleh Devi untuk mengembangkan hobi desain yang ia pelajari secara otodidak. Bersama dengan Novi, rekan bisnisnya kedua wanita cantik ini terus mengembangkan bisnis undangan pernikahan sejak 2018 yang lalu.

Konsep SOEKA adalah membuat desain undangan yang menyesuaikan keinginan client (custom) dan juga desain serta model undangan yang lebih modern (tidak konvensional) didukung dengan bahan yang berkualitas namun tetap on budget. Hal tersebut yang membedakan dengan para pesaingnya sehingga membantu calon pengantin untuk menghindari over budget. Meskipun terbilang sepele  namun dalam mengadakan suatu acara, salah satu hal utama yang harus disediakan adalah undangan. Oleh sebab itu, tentunya item acara yang satu ini dapat dimimalisir untuk dianggarkan ke bagian lainnya.

Karena konsep dari bisnis ini merupakan custom inivitation, maka mereka juga memberikan pelayanan berupa consulting baik dari segi desain undangan, bahan yang akan digunakan ataupun budget yang dimiliki. “Terkadang ada client yang kebingungan untuk menentukan model undangan seperti apa yang mereka inginkan, bahan apa yang ingin digunakan atau menginginkan undangan yang sedemikian rupa namun tetap stay on budget sehingga client nantinya bakal mendapatkan undangan pernikahan yang mereka impikan” ujar Devi dalam salah satu wawancara.

Strategi Awal Memulai Usaha

Setiap bisnis tentunya memiliki rencana awal, hal yang bisa dipelajari dari SOEKA adalah mentargetkan customer dari lingkungan terdekat. Hal ini yang bisa dilakukan oleh para pengusaha pemula dimana orang pertama yang bisa menjadi konsumen adalah teman atau kerabat dekat. Strategi ini yang dilakukan oleh Devi ketia ia masih menjadi salah satu pegawai swasta. Beberapa teman kantor menjadi target konsumen dari usaha yang dikembangkannya tersebut. Hingga setelah mendapatkan banyak respon positif akhirnya usahanya berkembang pesat.

Dengan bantuan teman akrabnya, Devi membangun usaha undangan pernikahan ini mulai dari tahap persiapan hingga akhirnya SOEKA eksis hingga sekarang. Peran media social lah yang menjadi andalanya dalam melakukan promosi. Langkah tersebut yang dilakukan SOEKA karena lebih efisien dan juga mampu menarik banyak konsumen.

Memaksimalkan Social Media dengan Promosi Kekinian

Bisnis udangan pernikahan custom yang dijalankan oleh Devi dan Novi tentunya tidak lepas dari strategi promosi. Karena produk mereka berkaitan dengan desain, maka mereka memilih Instagram untuk memberi tahu eksistensi produk mereka ke public. Saat ini, penggunaan social media tersebut sangat efektif dan juga bersifat kekinian. Sejumlah strategi promosi dilakukan mulai dari penataan feeds yang menarik dengan desain bernuansa minimalis, penjadwalan mengunggah foto untuk meningkatkan attention dari followers mereka tetap ada, hingga beberapa penawaran menarik seperti diskon dan juga promo. Strategi pemasaran yang mereka lakukan bertujuan untuk menarik konsumen serta mempertahankan langganan.

Selain social media, SOEKA juga aktif berkolaborasi dengan wedding organizer agar terjalin kerjasama yang baik. Trend ini memang sering sekali dilakukan oleh para pembisnis untuk dapat menarik konsumen lebih luas. Tentu saja bekerja sama dengan bidang bisnis serupa dapat menarik attention pada masing-masing konsumen atau bahkan pelanggan.