Tunggu Sebentar

 

Gaya HidupSOEKA, Bisnis Wedding Invitation Beromset Jutaan Rupiah

Darmarita PerdanaApril 5, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/04/91499199_537157927218128_6892833897357981845_n.jpg

Bidang bisnis yang berkaitan dengan pernikahan (wedding) tentunya sangat menggiurkan karena angka pernikahan di Indonesia sendiri terus meningkat. Oleh sebab itu banyak pengusaha pengunakan potensi tersebut untuk menawarkan berbagai macam kebutuhan untuk pernikahan mulai dari dekor, catering, penyewaan gedung, make up dan dress hingga yang tidak kalah penting adalah undangan. Dengan banyaknya permintaan pasar, dua orang wanita cantik Devi dan Novita memulai usaha wedding invitation yakni SOEKA. Bisnis ini mereka geluti sejak 1,5 tahun yang lalu dimana undangan yang mereka buat menyesuaikan keinginan client (custom) dan juga desain dan model undangan. Tentunya dengan desain yang lebih modern (tidak konvensional) didukung dengan bahan yang berkualitas namun tetap on budget sehingga memudahkan calon pengantin untuk menghindari over budget.

SOEKA membuka jasa konsultasi untuk memberikan pelayanan terbaik karena dengan hal ini akan memunculkan interaksi antara klien dan juga owner. “Kami membuka consulting baik dari segi desain undangan, bahan yang akan digunakan ataupun budget yang dimiliki, karena terkadang ada client yang kebingungan untuk menentukan model undangan seperti apa yang mereka inginkan, bahan apa yang ingin digunakan atau menginginkan undangan yang sedemikian rupa namun tetap stay on budget sehingga client nantinya bakal mendapatkan undangan pernikahan yang diimpi-impikannya” tutur Devi, owner dari SOEKA dalam salah satu wawancara. Hal tersebut membuat bisnis yang satu ini dapat menjangkau pasar yang lebih luas karena mampu menyasar semua lapisan ekonomi. Tujuan mereka memang ingin mewujudkan undangan pernikahan impian client yang tentunya sesuai kemampuan mereka. Maka tak heran jika SOEKA saat ini memiliki visi menjadi vendor undangan pernikahan yang besar di Balikpapan dan juga wilayah Kalimantan. Nantinya, mereka berencana untuk dapat menjangkau area luar pulau Kalimantan.

Berawal dari Hobi Hingga SOEKA Berdiri

Hobi atau keahlian yang sering dipelajari secara otodidak bisa menjadi salah satu ladang penghasilan jika terus dikembangkan. Hal ini yang mengawali perjalanan Devi sang owner memulai SOEKA. Pekerjaan sampingan yang dia tekuni ketika menjadi salah satu pegawai swasta ini membuatnya terus mengembangkan usahanya. Membuka sejumlah pesanan, menawarkan produknya kepada pegawai kantor hingga beberapa teman terdekat menjadi strategi awal. Hingga Novi, mulai melihat peluang dan menawarkan untuk mendirikan SOEKA agar usaha sahabatnya tersebut semakin berkembang. Karena mereka adalah pemula dalam bidang ini, maka hal pertama yang mereka lakukan adalah memperdalam pengetahuan mengenai bahan-bahan kertas yang biasa digunakan untuk mencetak undangan.

Tujuan awal pembukaa SOEKA, mereka hanya ingin mentargetkan teman atau kerabat yang berada di lingkaran dua wanita cantik tersebut. Namun ternyata melalui promosi yang unik dan kekinian lewat sosial media, banyak calon penantin yang berdatangan untuk berkonsultasi dan mempercayakan SOEKA sebagai vendor undangan. Hal ini yang terus membuat bisnis undangan pernikahan ini berkembang hingga sekarang.

Strategi Promosi Kekinian

Memberikan pelayanan yang maksimal tentunya menjadi strategi yang SOEKA lakukan namun hal ini tidak akan diketahui oleh publik jika tidak adanya promosi. Melalui promosi yang kekinian seperti melakukan kolaborasi dengan wedding organizer, rajin mengunggah foto di social media untuk menjaga eksistensi hingga memberikan penawaran harga menarik melalui diskon, cashback dan semacamnya. Tentunya semua usaha yang dilakukan oleh tim SOEKA menghasilkan hasil yang memuaskan. Hingga saat ini, mereka telah mendapatkan omset bersih setiap bulan sekitar 2 hingga 10 juta.