Tunggu Sebentar

 

StartupApa itu Startup: Pengertian, Karakteristik, Model, dan Pendanaannya.

Sigid SetyoApril 10, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/04/apa-itu-startup.jpg

Dekade belakangan ini, kita sering mendengar tentang bisnis startup. Kata startup memang sedang populer, terutama di kalangan generasi muda terdidik. Impian untuk mendirikan startup banyak men-drive kalangan millenial di negeri ini.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan startup? Mengapa startup menjadi salah satu model perusahaan yang paling diinginkan generasi muda saat ini?

Buat Anda yang penasaran dengan startup, Memulai.id akan menyajikan report startup secara lengkap. Baca sampai habis, ya!

Pengertian Startup

pengertian startup adalah

Apa itu Startup?

Secara bahasa, startup berarti merintis atau memulai. Dapat dikatakan bahwa startup adalah istilah yang digunakan untuk menyebut perusahaan atau proyek yang sedang dirintis dan berkembang. Proyek atau perusahaan ini sedang mencari sebuah model bisnis yang mampu dikembangkan secara efektif dan luas (Wikipedia).

Lalu, apakah semua perusahaan yang sedang dirintis itu bisa disebut startup?

Dulu mungkin iya, saat awal-awal kelahiran istilah tersebut. Saat ini, istilah tersebut bergeser kepada perusahaan atau proyek rintisan di bidang teknologi, terutama teknologi digital.

Hal ini mungkin disebabkan karena istilah tersebut mulai populer secara internasional bersamaan dengan bangkitnya bisnis dotcom. Meledaknya bisnis dotcom pada tahun 1998 – 2003 membuat istilah tersebut semakin melekat di bidang ini.

Sejarah Singkat

Sejarah startup tak dapat dilepaskan dari meledaknya bisnis dotcom di awal 2000-an. Dengan meningkatnya penggunaan internet, banyak orang mulai menyadari kekuatan dari bisnis ini. Potensi ini memunculkan banyak perusahaan rintisan baru saat itu, termasuk Amazon, Google, dan Facebook.

Meski di pertengahan dekade 2000-an sempat terjadi “badai” yang memaksa banyak bisnis dotcom untuk tumbang, hal ini tak membuat surut. Ide-ide startup baru terus bermunculan. Dan sebagiannya berhasil scale-up hingga tahap unicorn atau bahkan decacorn dengan valuasi USD 10 milyar.

Saat ini, geliat startup telah menyebar ke seluruh dunia dan memunculkan banyak perusahaan rintisan di berbagai negara. China menduduki posisi pertama dengan 171 perusahaan yang telah melewati tahap unicorn, disusul USA (76), dan India (14).

Bagaimana perkemabangan start up di Indonesia?

Indonesia sendiri menempati posisi ke-5 dengan 4 perusahaan. Bahkan, pada April 2019 lalu, Go-jek telah berhasil memiliki valuasi di atas USD 10 milyar. Ini menjadikannya perusahaan rintisan pertama dari Indonesia yang telah mencapai tahap decacorn.

sejarah startup 1

Ciri-ciri Startup

Sampai kapan perusahaan yang baru berjalan dapat disebut startup?Apakah Tokopedia, Bukalapak, atau Gojek dapat disebut dengan istilah ini?

Well, ini memang sedikit salah kaprah yang sering terjadi di masyarakat awam. Bahwa semua perusahaan yang bergerak di bidang teknologi digital disebut dengan startup.

Padahal, ada beberapa ciri-ciri startup yang tak lagi dimiliki perusahaan-perusahaan yang disebutkan di atas.

Apa saja ciri-cirinya?

  1. Bergerak di bidang teknologi (terutama teknologi digital) dan beroperasi lewat situs web. Produk utamanya berupa layanan yang dapat diakses melalui website atau aplikasi yang terhubung ke website tersebut.
  2. Perusahaan berusia kurang dari 3 tahun. Batas waktu 3 tahun ini sebenarnya bukan sebuah kewajiban. Yang perlu dipahami adalah startup merupakan proyek yang secara sengaja dibangun untuk tujuan untuk tumbuh dan berkembang secara cepat dan luas. Jika dalam waktu tersebut masih stagnan, maka kelayakan bisnisnya patut dipertanyakan.
  3. Total jumlah pegawai di bawah 20 orang.
  4. Keuntungan perusahaan per tahun masih di bawah USD 100.000 atau 1,6 milyar (kurs USD 1 = Rp 16.000).

ciri-ciri startup

Merujuk kepada ciri-ciri tersebut, beberapa perusahaan bidang teknologi di Indonesia tampak tak dapat lagi menyandang nama startup. Mereka yang telah mencapai valuasi USD 1 milyar disebut unicorn, USD 2 milyar disebut hectocorn, dan 10x nilai unicorn adalah decacorn.

Karakteristik

Apa bedanya ciri-ciri dan karakteristik startup?

Well, dalam hal ini, ciri-ciri merupakan yang tampak secara kasat mata melalui data administratif. Adapun karakteristik berikut ini merupakan gambaran ekosistem kerja dalam perusahaan startup.

Menurut laporan dari Global Startup Ecosystem, ada beberapa karakteristik dari perusahaan rintisan yang menjadi ciri khasnya.

  1. Perusahaan rintisan selalu mencari formula yang atau resolusi untuk mengatasi sebuah masalah.
  2. Metode yang digunakan adalah trial and error, memungkinkan mereka menemukan solusi yang kreatif dan inovatif.
  3. Perusahaan rintisan selalu mengalami perjuangan antara berubah atau musnah.
  4. Struktur perusahaan memiliki rentang variasi yang luas dan berbeda dengan perusahaan tradisional.
  5. Founder atau co-founder sering memiliki salah satu latar berikut: engineer, programmer, lawyer, business people
  6. Hubungan perusahaan dengan clients sangat dekat dan memiliki intensitas emosional yang tinggi.
  7. Manajemen media sosial perusahaan sangat baik, karena model bisnis yang sangat dipengaruhi persepsi publik
  8. Lingkungan kerja menunjukkan semangat, motivasi, dan tingkat kepuasan yang tinggi.
  9. Perusahaan memiliki daya tumbuh yang kuat, model bisnisnya dapat diaplikasikan secara mudah pada market yang berbeda.
  10. Untuk melakukan scale-up, relatif tidak membutuhkan cost yang begitu besar dibanding perusahaan konvensional

karakteristik startup

Metode Pengembangan Bisnis Startup

Bagaimana langkah atau tahapan untuk memulai atau menjalankan perusahaan startup ini?

Pertanyaan tersebut biasa muncul di kalangan generasi muda yang ingin berkecimpung membangung perusahaan rintisan. Well, merujuk kepada pengalaman dan skema yang telah dijalankan ribuan perusahaan, bisa dirumuskan sebuah metode yang disebut Lean Startup.

Apa itu Lean Startup atau Lean Methodology?

Yaitu serangkaian prinsip untuk membangun dan mendesain perusahaan rintisan dengan sumber daya minimum di tengah ketidakpastian yang besar agar lebih fleksibel dan hemat daya.

Kenapa harus seperti itu? Karena membuat sebuah perusahaan rintisan merupakan upaya yang sangat menantang. Saat di mana belum tentu pasar menerima, dukungan juga belum ada, merupakan saat yang mendebarkan.

Model pengembangan seperti ini dikenal juga dengan sebutan metode agile. Perhatikan diagram berikut.

metode pengembangan startup lean methodology

Untuk memperkecil kemungkinan kegagalan, prinsip-prinsip Lean Startup berikut perlu diterapkan.

  1. Temukan masalah yang cukup “berharga” untuk diselesaikan, lalu buat rancangan solusinya.
  2. Libatkan pengguna sedini mungkin untuk melakukan validasi pasar.
  3. Lakukan percobaan secara berkelanjutan dengan prinsip sekecil mungkin dan secepat mungkin.
  4. Buat fitur, tambahkan fungsi, dan ukur respon pengguna untuk mendapatkan data verifikasi dari ide Anda.
  5. Selalu gunakan basis data untuk membuat atau melakukan perubahan.
  6. Fokuskan upaya pada kecepatan dan pembelajaran jika terjadi kegagalan.

Model Bisnis Startup

Perusahaan rintisan memiliki model bisnis yang sangat bervariasi. Hal ini karena ia merupakan hasil dari olah ide dan gagasan yang kreatif, inovatif, dan konsisten.

Apa saja model bisnis perusahaan rintisan yang ada sekarang? Untuk saat ini, perusahaan rintisan di Indonesia dapat dikategorikan ke dalam 4 kelompok.

Startup Edukasi

Model bisnis perusahaan rintisan kategori ini adalah menyediakan media pembelajaran yang bermanfaat serta mudah diakses dan dipahami. Media yang disediakan sering berupa video, podcast, grafik, dan tulisan tentang materi pembelajaran.

Media yang disediakan bisa merupakan buatan perusahaan sendiri maupun bekerjasama dengan content maker. Merujuk kepada tren, kerjasasama dengan content maker tampaknya akan semakin menjadi cara terbaik pada revolusi industri 4.0 berbasis Big data dan Internet of Things ini.

Bagaimana cara monetisasi startup edukasi ini? Monetisasinya berupa biaya langganan keanggotaan atau akses terhadap konten-konten premium tertentu. Menilik demografi dan kebutuhan akan konten edukasi bermutu, model ini memiliki banyak peminat.

Startup Game

Model bisnis perusahaan rintisan kategori ini menyediakan media relaksasi berupa permainan dengan bermacam-macam genre. Target market yang luas dari model ini menjadikannya salah satu bidang startup yang favorit.

Bagaimana cara monetisasi game online ini? Monetisasinya sering dengan iklan, atau in-app purchasing dimana pengguna membayar untuk mendapatkan item dalam game tersebut.

Startup E-Commerce

Model bisnis perusahaan ini adalah menjadi penyedia informasi mengenai produk atau jasa yang dibutuhkan oleh pengguna. Produk atau jasa yang ditawarkan dapat merupakan produksi sendiri ataupun hasil kerjasama dengan pihak ketiga.

Dengan berkembangnya Big Data dan Internet of Things, kerjasama pihak ketiga menempati posisi dominan dalam hal produk atau jasa yang ditawarkan. Contohnya marketplace online, info properti, jasa travel, dan lain sebagainya.

Bagaimana cara monetisasi e-commerce? Monetisasinya dengan pengenaan biaya administratif atau iklan internal pada penggunaan layanan mereka.

Startup Informasi

Perusahaan rintisan jenis ini berfokus pada menyediakan informasi seunik, sebanyak dan se-relevan mungkin kepada penggunanya. Dengan menjaring pengguna sebanyak mungkin, perusahaan dapat menawarkan kepada stakeholder untuk memasang iklan pada platform mereka.

Bagaimana cara memonetisasi perusahaan rintisan di bidang informasi? Monetisasinya dengan iklan yang berbasis kepada pengguna layanan startup tersebut.

Startup Lainnya

Beberapa perusahaan mungkin tidak dapat dikategorikan ke dalam dalam kelompok startup di atas karena spesifikasinya yang unik. Misalkan perusahaan rintisan Kecilin yang berfokus pada pengembangan teknologi kompresi data dan memberi layanan di bidang ini.

Meski begitu, cara monetisasinya tak jauh berbeda, yaitu dengan biaya langganan untuk akses atau iklan pihak ketiga.

Perhatikan diagram berikut untuk mempermudah pemahaman Anda.

model bisnis startup

Pendanaan Startup

Bagaimana cara mendapatkan pendanaan untuk perusahaan rintisan Anda?

Ada beberapa sumber pendanaan yang dapat Anda upayakan untuk mendapatkan suntikan modal bagi perusahaan rintisan Anda.

pendanaan startup

Bootstrapping

Ini merupakan cara gerilya dengan mencari sendiri sumber dana. Biasanya berasal dari simpanan pribadi founder, co-founder, atau keluarga, saudara, dan teman. Biasanya hal ini dilakukan di awal karena nilainya yang relatif kecil (sebagai modal awal).

Hutang

Ketika perusahaan sudah mulai berkembang dan membutuhkan dana yang lebih besar, simpanan pribadi tak lagi mencukupi. Perusahaan dapat mengambil hutang sebagai alternatif pembiayaan. Baik berasal dari orang per orang, maupun lembaga keuangan.

Govenrment Funding

Pemerintah biasanya memiliki alokasi untuk pengembangan usaha-usaha rintisan dari rakyatnya. Anda dapat mengikuti program incubator atau accelerator yang diselenggarakan oleh pemerintah, terutama kementerian terkait. Selain pendanaan, perusahaan Anda juga memiliki kemungkinan untuk mendapatkan publikasi yang maksimal.

Crowdfunding

Crowdfunding biasa dilakukan di awal maupun pertengahan proses pertumbuhan perusahaan Anda. Ini merupakan proses dimana Anda mengumpulkan modal dari pengguna atau pelanggan layanan Anda.

Salah satu bentuk crowdfunding adalah dengan menggunakan sistem pre-order pada platform e-commerce. Bentuk lainnya berupa penerbitan token/saham per proyek yang sedang perusahaan Anda garap.

Ekuitas

Pernah dengar tentang pendanaan seri A, seri B, dan lain-lain? Itu dinamakan pendanaan ekuitas. Atau pendanaan berupa investasi dari pihak lain di luar perusahaan.

Beda dengan hutang yang perlu Anda bayar beserta bunganya, pendanaan ekuitas tak perlu bayar. Karena ini investasi, Anda perlu memberikan sejumlah saham yang sebanding dengan nilai modal yang disertakan.

Dalam pendanaan ekuitas, ada tahapan yang disesuaikan dengan pertumbuhan perusahaan rintisan Anda.

pendanaan startup melalui ekuitas

  1. Seed Funding/Angel Funding. Didapatkan di awal dengan nilai pendanaan USD 500.000 saat valuasi perusahaan mencapai USD 1 juta. Bisa berasal dari personal maupun venture capital.
  2. Accelerator/Incubator. Dengan nilai yang sama dengan Seed Funding. Biasanya diberikan setelah Anda mengikuti program dari pemerintah atau organisasi swasta lainnya.
  3. Seri-A. Didapatkan saat perusahaan mulai menghasilkan secara nyata. Nilai pendanaan mencapai USD 5 juta dengan valuasi perusahaan antara USD 10 – 15 juta. Biasanya berasal dari venture capital.
  4. Seri-B. Didapatkan saat perusahaan menampakkan pertumbuhan yang konsisten. Nilai pendanaan mencapai USD 20 juta dengan valuasi perusahaan antara USD 40 – 60 juta. Biasanya dari venture capital.
  5. Seri-C, dst. Didapatkan saat perusahaan berkembang dengan pesat, hingga pasar internasional. Nilai pendanaan mencapai USD 50 jt dengan valuasi antara USD 200 – 300 juta.
  6. IPO (Initial Public Offering). Penerbitan saham pertama kali di pasar publik. Nilai pendanaan mencapai USD 500 jt dengan valuasi antara USD 1 – 2 milyar dollar.

Detil mengenai pendanaan startup dapat Anda lihat pada skema di gambar berikut!

pendanaan startup 3

Nah, demikian penjelasan mengenai perusahaan rintisan yang akan menjadi platform usaha masa depan. Jika masih belum paham, Anda dapat menguji pemahaman Anda dengan menyaksikan video explainer tentang startup berikut.

Sudah paham dengan jelas tentang startup? Tertarik untuk memulai bisnis startup?