Tunggu Sebentar

 

BisnisUMKMTips Agar UMKM Bertahan Saat Krisis

Sigid SetyoApril 21, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/04/bisnis-bertahan-saat-krisis.jpg

Pandemi COVID-19 baru menyerang sebulan di Indonesia, tapi tanda-tanda krisis sudah mulai nampak. Perlu langkah-langkah brilian agar memungkinkan bagi UMKM bertahan saat krisis seperti ini.

Indonesia sendiri telah berkali-kali menghadapi krisis dengan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian bangsa. Pengalaman yang lalu dapat dijadikan pelajaran bagi pelaku bisnis kecil untuk menghadapi krisis ke depan.

Lalu, bagaimana perusahaan dapat bertahan dari krisis ekonomi? Khusus untuk Anda pengusaha UMKM, Memulai.id menyajikan tips agar usaha Anda dapat bertahan saat terjadi krisis.

1. Cash is King

Jika Anda termasuk pengguna Shopee Wallet, Anda akan mendapati bahwa pihak marketplace memotong limit kredit sampai 0 rupiah. Ini karena mereka menyadari bahwa dalam masa krisi, cash is king, alias uang kas adalah raja.

kas umkm bertahan saat krisis
Cash is the King

Dalam situasi krisis, pastikan bahwa Anda selalu memiliki dana cash yang dapat langsung digunakan. Hindari memberikan kredit atau piutang kepada pelanggan yang berpotensi akan macet saat krisis makin parah.

Semakin lama dan semakin parah krisis terjadi, semakin meningkat kebutuhan akan dana kas. Karena setiap orang akan membutuhkan uang untuk digunakan secara langsung.

2. Re-Inventarisir

Saat-saat krisis adalah saat-saat mengoptimalkan apa yang ada, termasuk yang selama ini mungkin terlewatkan. Cek lagi gudang Anda, adakah bahan atau barang yang selama ini tersisa dan belum digunakan?

Optimalkan proses produksi sehingga tidak menghasilkan barang sisa atau residu. Atur pembelian bahan baku, usahakan jangan berlebih atau over capacity.

Tak perlu sediakan bahan baku cadangan seperti keadaan biasa. Pastikan memesan bahan baku secukupnya dan gunakan secara efektif dan efisien.

3. Re-Fokus pada Produk Inti

Apakah selama ini Anda memproduksi produk atau layanan yang beragam?

Jika iya, ada baiknya Anda menunda sementara produksi barang atau layanan sampingan yang selama ini Anda jual. Fokuskan hanya kepada produk dan layanan inti.

Kecuali, jika catatan keuangan Anda menunjukkan arus masuk yang besar dari produk dan layanan tambahan tersebut. Jika nilainya lebih besar atau hampir menyamai produk dan layanan inti, berarti layak untuk dipertahankan.

4. Tingkatkan Pelayanan demi Kepuasan Pelanggan

Pada saat krisis, pelanggan sudah pasti akan menjadi lebih selektif dalam mengeluarkan uang untuk kebutuhannya. Selain bahan pokok, biasanya mereka akan memilih hanya yang benar-benar dibutuhkan atau yang layanannya memuaskan.

kepuasan pelanggan UMKM
Kepuasan pelanggan

Untuk itu, perlu bagi Anda untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Entah dalam bentuk peningkatan kecepatan, keramahan, atau yang lainnya.

5. Kerjasama dengan Pelanggan

Masa krisis mungkin memaksa Anda untuk mengurangi biaya promosi atau pemasaran. Anda dapat mencoba bekerjasama dengan pelanggan lama Anda.

Mintalah bantuan untuk mereferensikan produk atau layanan Anda kepada calon pelanggan lainnya. Anda dapat memberikan reward dalam bentuk layanan tambahan tanpa harus mengeluarkan biaya lagi.

6. Restrukturisasi Kredit Anda

Jika usaha Anda menggunakan kredit atau pinjaman dari lembaga keuangan, Anda dapat mengajukan untuk meminta re-evaluasi atau restrukturisasi kredit.

Berikan alasan yang logis dan laporan yang transparan agar restrukturisasi Anda diterima. Negosiasikan dengan berani. Lembaga pemberi pinjaman pastinya juga membutuhkan Anda untuk tetap dapat membayar kredit.

7. Manfaatkan Teknologi

Tingkatkan pemanfaatan teknologi dalam usaha Anda, khususnya untuk administrasi, otomatisasi produksi, dan pemasaran. Gunakan aplikasi dan pemasaran melalui internet untuk semakin menghemat biaya.

internet marketing saat krisis

Anda mungkin perlu mengurangi jam kerja karyawan untuk menekan biaya gaji. Gunakan teknologi sebagai alat untuk substitusi dan kompensasi.

Nah, demikian tips untuk UMKM bertahan saat krisis yang dapat Anda terapkan pada usaha Anda. Tetap semangat menjalankan usaha Anda karena badai pasti akan berlalu dan usaha Anda akan semakin maju.