Tunggu Sebentar

 

BisnisUMKMCara Melakukan Restrukturisasi Kredit

Sigid SetyoMei 3, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/05/restrukturisasi-kredit-1.png

Jika Anda seorang pelaku usaha, mungkin Anda akan membutuhkan restrukturisasi kredit. Terutama di masa pandemi COvid-19 seperti sekarang ini. Mengingat banyak sektor usaha yang berjalan mengalami penurunan omset secara drastis.

Sektor usaha yang terkait pariwisata mengalami dampak gelombang pertama. Omset turun mencapai 90 hingga 100%. Agar mampu bertahan, usaha-usaha tersebut harus melakukan penyesuaian. Salah satunya dengan merestrukturisasi atau mengatur ulang skema kredit tersebut.

Nah, bagaimana cara untuk melakukan restrukturisasi utang Anda? Apa saja syarat-syaratnya? Bentuk-bentuk restrukturisasinya seperti apa? Memulai.id akan meliputnya untuk Anda.

Cara Melakukan Restrukturisasi Kredit

Melakukan restrukturisasi terhadap kredit Anda bukan perkara yang susah, tapi juga tidak mudah. Yang penting harus ada alasan kuat di balik restrukturisasi tersebut. Salah satunya dengan adanya force majeur seperi bencana pandemi sekarang ini.

Untuk melakukannya, Anda perlu mengisi dokumen pengajuan restrukturisasi pada bank di mana Anda mengajukan pinjaman. Pada kondisi biasa, dokumen tersebut bisa Anda dapatkan di kantor cabang bank tersebut.

Namun, pada kondisi pandemi seperti sekarang ini, Anda dapat mengunduhnya di website resmi bank yang bersangkutan. Jika bingung di mana tautan untuk mengunduh, Anda dapat menghubungi kontak yang tertera di web resmi tersebut.

Selanjutnya Anda akan diminta melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan seperti fotokopi buku rekening, identitas, dan sebagainya. Setelah itu, pengajuan Anda akan ditinjau, dan Anda perlu menunggu maksimal 5 hari kerja untuk info selanjutnya.

Syarat Mengajukan Restrukturisasi

Tidak semua usaha dapat mengajukan restrukturisasi, terutama di masa pandemi Covid-19 ini. Usaha yang dapat mengajukan restrukturisasi harus merupakan usaha yang memang terdampak oleh pandemi, baik langsung maupun tidak langsung.

Untuk itu, restrukturisasi akan diprioritaskan bagi sektor usaha tertentu. Seperti perhotelan, tour, restoran dengan sistem dine-in, dan lain sebagainya.

Namun, jika efek pandemi ini berlangsung berkepanjangan, bukan tidak mungkin kebijakan ini berubah. Bisa jadi sektor usaha lain yang terkena efek gelombang kedua akan dapat keringanan juga.

Secara umum, syarat debitur yang mendapatkan keringanan mengajukan restrukturisasi saat pandemi adalah sebagai berikut.

  1. Terdampak secara langsung maupun tidak langsung oleh pandemi Covid-19
  2. Tidak termasuk non-performing loan (NPL) sebelum terjadi pandemi.
  3. Berasal dari sektor usaha perhotelan, wisata, pertanian, transportasi, pertambangan, pertanian, dan pengolahan.
  4. Memiliki nilai kredit di bawah Rp 10 milyar
  5. Termasuk juga dan tidak hanya usaha mikro, kecil, dan menengah.

Di luar masa pandemi, syarat yang diberikan biasanya terkait dengan profil dan prospek usaha, serta laporan keuangan Anda. Jika pengajuan restrukturisasi dikarenakan kelalain, besar kemungkinan tidak akan disetujui.

Bentuk Restrukturisasi Kredit

Restrukturisasi merupakan upaya untuk mempertahankan agar tidak terjadi kredit macet yang akan berdampak buruk terhadap kreditur maupun debitur. Untuk itu, ada beragam bentuk restrukturisasi yang dapat diterapkan, antara lain sebagai berikut.

  1. Perubahan atau penurunan tingkat suku bunga
  2. Penurunan atau pengurangan nilai tunggakan bunga dan atau denda/pinalti
  3. Re-schedule, penjadwalan kembali, atau perpanjangan jangka waktu pembayaran
  4. Pengurangan nilai tunggakan pokok utang
  5. Penambahan nilai atau fasilitas kredit (suplesi kredit)
  6. Konversi kredit menjadi saham atau penyertaan modal (sementara)
  7. Penundaan pembayaran bunga (deferred interest paymetn)
  8. Penjualan agunan
  9. Pengambilalihan aset debitur
  10. Kombinasi dari bentuk restrukturisasi di atas

Tidak ada pemilik usaha yang berkehendak agar usahanya tidak lancar atau bangkrut. Semua pelaku usaha pasti ingin sukses dan berkembang. Namun, terkadang tidak semua target dapat dicapai, apalagi di tengah bencana.

Restrukturisasi kredit menjadi sesuatu yang layak untuk dipertimibangkan. Dengan catatan, ini dilakukan sebagai solusi, bukan pelarian karena kelalaian usaha. Salam Sukses.