Tunggu Sebentar

 

Bisnis4 Masalah UMKM di Era Pandemi dan Solusinya

Sigid SetyoJuni 4, 2020
https://memulai.id/wp-content/uploads/2020/06/0-masalah-umkm-di-era-pandemi-covid-19.jpg

Sebagai sektor usaha yang memiliki kekuatan modal terbatas, UMKM termasuk yang paling terdampak akibat pandemi COVID-19. Tercatat sebanyak 69% mengalami penurunan omset penjualan dan 4% langsung tidak dapat  Masalah UMKM di era pandemi ini memang nyata adanya.

Meskipun terlihat berat, bukan berarti permasalah UMKM saat pandemi ini tidak ada jalan keluarnya. Terobosan yang dilakukan oleh beberapa perusahaan dapat menjadi salah satu acuan untuk mencari jalan keluar. Begitu juga stimulus dari pemerintah maupun sektor terkait lain.

Berikut masalah UMKM di era pandemi dan solusi yang dapat diambil untuk permasalahan tersebut.

1. Masalah Bahan Baku

Hal ini terutama dialami oleh UMKM yang menggunakan bahan baku impor dalam produksinya. Sekitar 6% UMKM mengungkapkan kesulitan dalam memperoleh bahan baku akibat impor yang dibatasi dari negara pengirim.

Pandemi yang menyerang seluruh negara membuat peningkatan konsumsi terutama bahan makanan terjadi di berbagai negara. Negara produsen pun memilih untuk membatasi ekspor mereka guna menjamin ketahanan pangan dalam negeri mereka.

Hal ini terutama terkait dengan bahan makanan impor seperti gandum dan beberapa komoditas buah dan sayur.

Solusinya tak ada cara lain selain menggunakan substitusi dari dalam negeri. Jika ada bahan makanan lokal yang bisa digunakan sebagai substitusi tentu sangat baik. Jika tidak, pelaku usaha dapat melakukan alih produksi dengan menggunakan bahan baku yang tersedia dalam negeri.

2. Distribusi yang Terhambat

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan di berbagai wilayah Indonesia memberikan dampak yang cukup besar dalam proses distribusi. Prosedur dan pemerikasaan di sepanjang jalur distribusi membuat waktu distribusi menjadi lebih lama dari biasanya.

Untuk bahan makanan cepat busuk seperti sayur dan buah, efek ini menjadi sangat ekstrem. Dalam beberapa rekaman video yang viral di media sosial menampilkan petani yang membagikan, membuang, bahkan membakar hasil bumi mereka karena tak bisa didistribusikan.

Jika skalanya kecil, solusi dapat dilakukan dengan pendistribusian via ekspedisi, dengan sistem C2C. Untuk skala yang lebih besar, perlu ada bantuan koordinasi dari dinas terkait agar pasar dapat menerima.

Ke depannya, perlu dibuat sebuah database stok, permintaan pasar dan ketersediaan supplier secara real-time. Ini menjadi potensi ide startup yang sangat baik untuk dikembangkan dan sangat dibutuhkan di masa depan.

3. Penurunan Penjualan

Menurunnya konsumsi dan daya beli masyarakat terdampak pandemi sangat signifikan. Sebanyak 68% mengalami penurunan penjualan secara drastis di berbagai wilayah di Indonesia.

Sektor UMKM terkait wisata dan mobilitas warga menjadi yang terdampak paling besar. Berbagai bidang bisnis dari perhotelan, restoran dine-in, hingga transportasi mengalami penurunan 90% menjadi hanya 10%. Sangat tidak cukup untuk membiayai operasional.

Perusahaan-perusahaan besar mungkin masih bisa bertahan hingga 1-2 bulan ke depan. Sedangkan UMKM di sektor ini sudah banyak yang tumbang atau mengalihkan produksi ke sektor lain.

Selain alih produksi, solusi lain dapat menggunakan teknologi internet untuk memicu penjualan. Tentu untuk bisnis perjalanan ini juga tidak memungkinkan. Anda bisa sementara melakukan side business yang masih terkait bidang Anda.

4. Masalah Permodalan

Sebagai perusahaan yang memiliki modal terbatas, ruang gerak finansial UMKM tentu sangat sempit. Apalagi jika UMKM tersebut masih belum memiliki pembukuan yang bagus. Kesulitan permodalan menjadi ancaman nyata kebangkrutan UMKM.

Untuk itu, akses-akses permodalan menjadi sangat penting bagi UMKM. Stimulus dari pemerintah dan dunia perbankan harus digunakan seoptimal mungkin.

Urus semua bentuk keringanan permodalan yang ditawarkan oleh pemerintah. Dengan demikian Anda akan memiliki ruang fiskal yang cukup lumayan. Perkuat negosiasi di tengah pandemi.

Jika perlu, Anda dapat menggunakan jasa fintech untuk mendapatkan akses permodalan. Terutama untuk UMKM yang tidak memiliki aset fisik dan surat berharga sebagai jaminan pinjaman.

Nah, usaha Anda tergolong yang mana? Apakah terkena pandemi juga? Coba petakan masalah UMKM Anda dan solusi apa yang akan Anda ambil di tengah pandemi COVID-19 ini.